Jakarta, NAWACITAPOST - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba (Lapas Salemba), dalam mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) semakin berbenah dalam menterjemahkan Birokrasi Melayani yang selalu digaungkan oleh Bapak Menteri Hukum dan HAM. Dalam penjelasan Kepala Lapas Salemba Bapak Yosafat Rizanto saat ditemui nawacitapost.com di ruang kerjanya, saat ini Lapas Salemba menerapkan 5S (salam, senyum, sapa, sopan, santun) dalam setiap pelayanan di Lapas Salemba.
Foto : Kepala Lapas Kelas IIA Salemba Yosafat Rizanto, A.Md.I.P., S.H., M.Si. Saat Menerima Kunjungan Nawacitapost.com Di Lapas Kelas IIA Salemba.
Selain itu setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jajaran di lingkungan Lapas Salemba selalu di edukasi, termasuk juga pengecekan kesehatan melalui test urine dan menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam pelaksanaannya. Jika terdapat oknum oknum, baik itu ASN maka akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, ujar Yosafat.
Lapas salemba yang seharusnya berkapasitas 572 WBP, saat ini dihuni 1942 WBP mengalami over kapasitas 300%, dalam masa pandemi covid-19 ini terus berupaya melakukan vaksinasi, baik kepada seluruh staf maupun kepada WBP, meskipun dalam pelaksanaan tentunya tidak dimana mana ada resistensi baik dari ASN maupun WBP itu sendiri, namun itu bisa berjalan dengan baik karena kita melakukan edukasi dan meyakinkan para ASN dan WBP untuk melakukan vaksinasi. Adapun staf dan WBP yang masih belum dapat vaksinasi adalah mereka yang terjangkit hormobit, karena ditakutkan ketika divaksinasi akan bisa menyebabkan hal hal yang tidak diingnkan, papar Yosafat.
Lebih lanjut Kalapas Yosafat menceritakan, ada banyak kegiatan positif yang dilakukan WBP di Lapas Salemba. Baik itu untuk menjaga kebugaran WBP, maupun pelatihan skil terhadap WBP sebagai bekal untuk kembali ke masayarakat kelak. Hampir setiap hari WBP melakukan bersih bersih dalam lingkungan Lapas, hal ini dilakukan selain untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan bagi WBP juga bermanfaat bagi kesehatan seluruh WBP.
Salah satu kegiatan WBP untuk meningkatkan skilnya, WBP dilatih untuk bisa punya skil menjahit, salah satu produk yang dihasilkan adalah membuat sendal hotel. Menariknya adalah mesin jahit yang digunakan oleh WBP dalam pelatihan akan diberikan kepada WBP yang bersangkutan pada saat WBP tersebut bebas. Selain sendal hotel, WBP Lapas Salemba juga memproduksi masker diawal pandemi dengan kualitas yang bersaing, namun saat ini tidak berkelanjutan karena banyak kompetitor dari luar yang memproduksi dalam partai besar, sehingga kalah bersaing dengan hasil produksi WBP Lapas Salemba.
Produk lain yang dihasilkan WBP Lapas Salemba, yang merupakan hasil pelatihan tata boga adalah roti. Meskipun terbatas masih dijual di internal, rencananya akan dipasarkan keluar tapi tidak terealisasi dengan baik dimasa pandemi saat ini, tutur Yosafat.
Lapas Salemba saat ini berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), tentunya akan terus berusaha untuk mendapatkan predikat WBBM. Kalapas Yosafat berharap dukungan dan doa dari berbagai pihak untuk meraihnya, serta dukungan dari media tutupnya.
(Oktav/Kornelius)
Editor: Oktav
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:29 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:18 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:13 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 20:07 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 19:16 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:44 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:21 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:13 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 18:08 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:56 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 14:52 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 12:05 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 12:00 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 11:28 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 07:14 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 07:10 WIB
Selasa, 2 Juni 2026 | 07:06 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 22:35 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 19:44 WIB