Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak inovasi layanan masyarakat yang diberikan Kanim Bandung kepada para pengguna layanan.
Kondisi pandemi Covid-19 tidak membuat pelayanan keimigrasian terhambat. Untuk memudahkan dan menghindari kontak langsung dengan masyarakat, Kanim Bandung terus berinovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya dengan menghadirkan aplikasi Si Maung Live.
Arief menjelaskan, apliaksi Si Maung Live adalah Aplikasi Imigrasi Bandung Live yang merupakan inovasi unggulan Kanim Bandung.
"Ada 11 inovasi kami, tapi unggulan kami salah satunya ialah Si Maung Live. Si Maung Live adalah Aplikasi imigrasi Bandung Live (langsung)," ujar Arief.
"Di aplikasi itu kita juga bisa melihat antrian kita real time, datang ke imigrasi lalu lapor, lalu kita unduh aplikasi Si Maung Live, setelah mengunduh, kita bisa meninggalkan kantor imigrasii. Jika masih ada kegiatan, masih bisa dikerjakan dulu. Jadi, bisa melihat semuanya di aplikasi Si Maung Live ini," pungkas Arief.
Selanjutnya, ada inovasi aplikasi Apapo, yaitu aplikasi pendaftaran paspor online. Arief menjabarkan, dengan adanya aplikasi ini, bisa mengurangi tingkat kerumunan di era pandemi covid-19 ini. Aplikasi ini sekaligus memberikan efesiensi dan efektivitas waktu.
Arief menegaskan, untuk saat ini pengambilan paspor di Kanim Bandung belum bisa drive thru dikarenakan lokasi Kanim Bandung belum memadai. Tetapi, Kanim Bandung menghadirkan layanan delivery for live priority.
"Kami mempunyai layanan delivery for live priority, inovasi dimana kami mengirimkan paspor bagi pemohon yang lanjut usia atau prioritas," tegas Arief.
Inovasi selanjutnya ialah ruangan khusus ramah Hak Asai Manusia (HAM), diperuntukan untuk masyarakat berkebutuhan khusus.
Arief menjabarkan, saat ini ia menggunakan strategi khusus guna merubah mind set dan culture set, salah satunya Maung Cimor dan Montesi.
"Strategi yang diterapkan ialah adanya inovasi Maung Cimor, Kantor Imigrasi Bandung Coffee Morning," ujar Arief.
"Montesi, tes zona integritasi. Setiap pegawai atau agen perubahan itu ngetes, apasih yang sudah kami lakukan. Intinya, perubahan itu berawal dari perubahan culture set dan mind set kita, dari untuk dilayani menjadi melayani," tambahnya.
Mengenai cara kepemimpinan, Arief menjelaskan, harus adanya internalisasi antar anggota dan sosialisasi antar anggota secara berkala. Ketika ia mengeluarkan kebijakan, ia juga harus mengevaluasinya setiap hari bersama para jajarannya.
Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, arief menilai Yasonna adalah sosok panutan dan role model.
"Yasonna adalah panutan saya, inspirasi kami. Karena beliau yang merubah kemenkumham menjadi seperti ini. Beliau adakah role model kami dalam perubahan mind set dan culture set," tutup Arief.
Untuk diketahui, saat ini Kanim Bandung hanya memberi 30 kuota pelayanan pembuatan paspor.
Kedepannya, Arief berharap Kanim Bandung segera meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan mempertahankan pelayanan yang telah ada.