Selain agenda bilateral, sebagai koordinator kemitraan ASEAN-US, bersama Menlu AS Antony Blinken Retno memimpin ASEAN-US Ministerial Meeting yang dilakukan secara hybrid.
Dan hari ini (25/09) Retno bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia serta Menteri Kebudayaan dan Pemuda Uni Emirat Arab membuka Ministerial Side Event on Resilient and Inclusive Creative Economy for aThriving Future.
Pertemuan ini diinisiasi oleh Indonesia dan disambut positif oleh banyak negara anggota PBB. Mengapa pertemuan ini diadakan?
Pertama, pada tahun 2019 Indonesia memprakarsai resolusi Majelis Umum PBB mengenai ekonomi kreatif. Dalam resolusi tersebut, PBB secara aklamasi mengesahkan tahun 2021 sebagai International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021.
Tentu Indonesia ingin menjaga momentum pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif. Indonesia ingin mengarus-utamakan agenda ekonomi kreatif dalam agenda masyarakat internasional.
Kedua, dimasa pandemi, perlu ada penyesuaian dan adaptasi kegiatan ekonomi masyarakat. Ekonomi kreatif adalah solusi yang inovatif dalam menyikapi pandemi dan mendorong percepatanpemulihan ekonomi nasional.
Dalam pertemuan mengenai ekonomi kreatif tadi, Retno mengawali sambutan dengan menyampaikan bahwa di masa pandemi dibutuhkan terobosan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, mempekerjakan wanita dan anak muda, serta mengentaskan kemiskinan. Di sinilah peran penting ekonomi kreatif yang menyumbang lebih dari 30 juta pekerja di dunia, di mana setengahnya adalah perempuan.
Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif mempekerjakan 14,3% tenaga kerja Indonesia. Di masa pandemi seperti ini, industri kreatif terbukti mampu bukan saja bertahan, namun juga tumbuh danberkembang.
Oleh karena itu, International Year of Creative Economy for Sustainable Development 2021 menjadimomentum untuk lebih mendukung ekonomi kreatif sebagai upaya bagi percepatan pemulihan ekonomi global.
Untuk mengarusutamakan industri ekonomi kreatif dalam agenda global, di dalam pertemuan Retno sampaikan dua hal.
Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV
Pertama, menciptakan kondisi yang kondusif bagi berkembangnya industri ekonomi kreatif. Ini adalah tanggung jawab Pemerintah yang diharapkan dapat dilakukan melalui beberapa hal:
- membuat kebijakan dan peraturan yang memacu inovasi;
- memberikan akses terhadap pembiayaan;
- memfasilitasi digitalisasi dan penetrasi pasar di luar negeri; dan
- mengembangkan sumber daya manusia.
Aset terbaik dari industri ekonomi kreatif adalah sumber daya manusia.
Kedua, memperkuat kolaborasi untuk mengarusutamakan agenda ekonomi kreatif. Langkah awal adalah meningkatkan kepedulian publik terhadap arti penting ekonomi kreatif.
Peran industri ini di negara berkembang harus diperkuat. Sistem PBB diharapkan dapat mendukung tumbuh dan berkembangnya indsutri ekonomi kreatif di duniamelalui:
- Saling berbagi pengalaman;
- Tuntunan kebijakan atau policy guidelines; dan
- Menyediakan platform untuk kolaborasi.
Selanjutnya, Retno menyampaikan pembahasan isu di 18 pertemuan bilateral yang Retno lakukan dalam 2 hari terakhir ini, yaitu dengan:
- Komisaris Tinggi UNHCR
- Sekjen Liga Arab
- CEO US ASEAN Business Council
- Menlu Sri Lanka
- Menlu Jepang
- Presiden Palau
- Menlu Mozambik
- Menteri Negara Luar Negeri Inggris, Lord Ahmad of Wimbledon
- Menlu Pakistan
- Menlu Serbia
- Menlu Iran
- Sekjen PBB
- PM Belanda
- Menlu Perancis
- US Under Secretary for Political Affairs
- Menlu Mauritania
- Menlu Thailand
- Utusan Khusus AS untuk Afghanistan, Duta Besar Zalmay
Di dalam pertemuan-pertemuan itu terdapat beberapa isu utama yang diangkat di hampir setiap pertemuan.
Pertama, terkait penanganan Covid-19. Di setiap pertemuan kita selalu lakukan compare note dengan berbagai negara terkait penanganan Covid-19. Saya sampaikan situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah semakin membaik karena berbagai upayayang dilakukan oleh pemerintah, baik berupa percepatan vaksinasi maupun aturan- aturan yang lainnya terkait dengan protokol kesehatan. Atau intinya adalah dua: percepatan vaksinasi dan terus menjalankan protokol kesehatan.
Retno menyampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%.
Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, Retno minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist.
Selain itu, pada bicara mengenai pandemi, keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi dan politisasi juga kita bahas, dan kita sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikandiskriminasi serta politisasi vaksin.
Kemudian dengan US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan. Dalam pertemuan tersebut, setelah membahas pandemi dan lain-lain, maka AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui Covax Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis.
Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika12,665,060 dosis vaksin.
Dalam pertemuan tentunya Retno sampaikan apresiasi terima kasih kepada Amerika atas dukungan tersebut. Dan di dalam berbagai kesempatannya, Retno juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis.
Retno juga membahas bagaimana kedepan dunia dapat memperkuat tata kelola kesehatan global sehingga mampu mengantisipasi potensi pandemi di masa yang akan datang.
Isu kedua yang selalu muncul di dalam pertemuan bilateral adalah kerja sama ekonomi untuk pemulihan ekonomi. Retno membahas berbagai peningkatan kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.
Dorongan untuk segera menyelesaikan perjanjian perdagangan seperti Preferential Trade Agreement (PTA) saya sampaikan dengan Pakistan, Sri Lanka, Iran, dan Mozambique. Mauritania, misalnya, ingin memiliki kemitraan di bidang ekonomi dengan Indonesia dan mengharapkan kedatangan delegasi bisnis Indonesiake Mauritania.
Secara khusus, dengan Sri Lanka saya meminta atau mengharapkan agar Pemerintah Sri Lanka meninjaukembali atau menghapus kebijakan yang menghambat ekspor sawit Indonesia ke Sri Lanka. Dan Menlu SriLanka dan Retno sepakat untuk mengintensifkan komunikasi dalam menyelesaikan isu sawit ini.
Dengan Jepang, Retno sampaikan harapan agar dapat dilakukan percepatan proyek-proyek kerja sama yang sedang dijalankan Indonesia dengan Jepang, antara lain proyek Pelabuhan Patimban.
-
-
Sementara itu, dengan CEO ASEAN-US Business Council, Retno bahas pentingnya upaya meningkatkanbusiness engagement dengan Indonesia.
ASEAN-US Business Council juga tertarik melakukan kerja sama capacity building untuk UMKM melaluipenyediaan pilot projects dari SMEs Academy.
Isu ketiga yang selalu muncul adalah perkembangan di Afghanistan.
Di hampir semua pembicaraan bilateral, membahas perkembangan situasi di Afghanistan.
Semua menyampaikan keprihatinan terhadap perkembangan Afghanistan saat ini.
Tampak harapan negara-negara terhadap peran Indonesia di Afghanistan mengingat sebelumnya Indonesia telah banyak berperan dalam mendukung proses perdamaian di Afghanistan.
Situasi kemanusiaan di Afghanistan juga memprihatinkan, dan hal ini seperti yang disampaikan oleh Komisaris Tinggi UNHCR dan juga Sekjen PBB.
Mengingat track record Indonesia selama ini, negara seperti Indonesia diharapkan dapat terus memberikanperhatian dan kontribusi agar situasi kemanusiaan di Afghanistan tidak semakin memburuk.
Dalam pertemuan Retno menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan atau memberikan komitmen bantuan kemanusiaan yang kita sampaikan dalam pledging conference yang diadakan oleh sekjen PBB.
Apresiasi peran Indonesia di Afghanistan secara khusus diapresiasi oleh Sekjen PBB. Sekjen mengatakanIndonesia memiliki kredensial untuk berbicara dan melakukan engagement dengan semua pihak.
Isu Keempat yang selalu muncul di hampir semua pertemuan adalah perkembangan di Myanmar.
Dan dalam setiap pertemuan, para mitra selalu bertanya mengenai bagaimana perkembangan terakhirdi Myanmar. Tentunya Retno kemudian menjelaskan mengenai situasi saat ini yang saya sampaikan belum menunjukkankemajuan yang siginifikan.
Dari aspek politik Retno sampaikan Utusan Khusus ASEAN belum dapat menjalankan tugasnya karenabeliau memerlukan akses untuk bertemu dengan semua pihak.
Di sisi kemanusiaan, bantuan kemanusiaan ASEAN sudah mulai dijalankan sejak pertengahan September2021 melalui AHA Centre.
Dan Retno sampaikan bantuan Indonesia kepada rakyat Myanmar akan dikirim sebelum akhir September 2021 dan para mitra Indonesia mengapresiasi peran sentral yang dimainkan Indonesia dalam isu Myanmar.
Selain keempat isu tadi yang selalu muncul di hampir semua pertemuan, terdapat juga beberapa isuspesifik, misalnya penjelasan mengenai prioritas presidensi G20 Indonesia, antara lain Retno jelaskan kepada Sekjen PBB, Menlu Jepang dan para Menlu MIKTA.
Kemudian dengan Presiden Palau, Retno sampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan the 7th OurOcean Conference di Palau pada Februari 2022.
Presiden Palau sangat mengapresiasi bantuan Indonesia berupa 10 kendaraan patroli dan 4 kendaraan protokol serta pelatihan keprotokolan guna mendukung pelaksanaan konferensi mengenai ocean tersebut.
Dengan Palau, Indonesia juga sepakat untuk segera menyelesaikan perundingan perbatasan ZEE antara keduanegara yang tertunda selama pandemi.
(Kornelius Wau)