Kamis, 4 Juni 2026

Forum Wartawan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten Adakan Pelatihan Jurnalis

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 12:34 WIB
Foto bersama struktur kepengurusan FWKP3B bersama Forkompinda
Foto bersama struktur kepengurusan FWKP3B bersama Forkompinda

Kota Serang, NAWACITAPOST.COM -  Forum Wartawan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (FW-KP3B) mengadakan acara pelatihan jurnalistik untuk anggotanya, dengan tema 'Membangun Semangat Literasi Melalui Pelatihan Jurnalis untuk Mendorong Kemajuan Banten dengan Berita yang Positif' di SMK Pelayaran Kota Serang Provinsi Banten, Sabtu (6/7/2024).

Lesman Bangun Ketua SMSI provinsi Banten
Hadir dalam acara tersebut Perwakilan dari dewan pers yang dihadiri oleh Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun, Perwakilan dari Polres Kabupaten Serang Wakapolres Ali Rahman dan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Banten, yang diwakili oleh Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rahman serta para anggota FW-KP3B.

Suasana pelatihan jurnalistik FWKP3B
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun mengatakan, Dewan pers merupakan wadah yang merangkul banyak organisasi kewartawanan. "Dewan Pers di dalamnya ada SMSI, PWI, AJI dan lain-lain," katanya.

Wakapolres Serang Ali Rakhman saat sampaikan sambutan
Menurut Bangun, sejarah pers sebelumnya penuh dengan liku-liku. "Dulu kita mau bikin berita mesti lewat proses. Dari kita wawancara, ngetik, ngirim lewat pos sampai sekarang makin canggih dan makin gampang," jelasnya.

Jurnalis harus dapat menyiarkan berita kepada masyarakat baik melalui media fisik maupun di dunia maya, lanjut Bangun. Namun berita yang disampaikan harus sesuai fakta. "Tujuannya agar apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh masyarakat," lanjutnya.

Wakapolres Kabupaten Serang Ali Rahman mengatakan, tulisan itu tidak hanya dilihat dari segi tulisan. "Namun karya jurnalistik itu harus dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat," jelasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, lanjut Ali, merupakan kegiatan yang ideologis, sehingga harus mempermudah kinerja jurnalistik. "Namun jangan membuatnya lebih mudah, teruslah mengandalkan mesin. Kita harus tetap berpikir dan memiliki kalimat yang khas, sehingga dapat menarik perhatian pembaca," lanjutnya.

Ali menjelaskan, dengan seringnya mengikuti acara seperti ini, diharapkan tulisan wartawan dapat melahirkan karya yang positif dengan pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan fakta, agar masyarakat dapat mengetahui dan dapat menilai pekerjaan pemerintah.

Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rahman menambahkan, karya dapat dituangkan melalui puisi, lagu, tulisan dan lainnya. "Kami sangat berterima kasih kepada para jurnalis. Karena melalui jurnalisme, apa yang ingin kami capai tentang kinerja kami akan sampai ke masyarakat," tuturnya.

Menurut Arif, jurnalisme adalah wadah sebagai penyambung antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat. "Karena itu profesionalisme harus terus dilatihkan seperti melalui pelatihan seperti ini. Tujuannya untuk mengembangkan potensi suatu profesi seseorang," jelasnya.

Begitu juga di pemerintahan juga selalu ada pelatihan untuk mendukung peningkatan profesi, lanjut Arif. "Dulu hanya ada media cetak, kita bisa santai. Namun sekarang media sudah digital jadi harus kejar waktu bagi siapa saja yang lebih cepat tayang dari media lain," tuturnya.

"Semakin cepatnya berita tayang, maka akan menjadi pemacu kinerja pemerintah. Contohnya, pernah ada kegiatan yang dilakukan Pemda, namun ada berita kegiatan tersebut sudah tayang sebelum acara berakhir. Itu menjadi pemicu kami agar lebih giat lagi dalam bekerja," kata Arif.

Arif berharap, semoga dengan adanya acara ini akan menjadikan jurnalisme menjadi lebih baik lagi. "Terus sampaikan berita yang sesuai fakta kepada masyarakat, agar lebih mudah dipahami dan tidak ada kesalahpahaman," tutup Arif.(**)

Editor: Famati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini