Kota Serang, NAWACITAPOST.COM - Forum Wartawan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (FW-KP3B) mengadakan acara pelatihan jurnalistik untuk anggotanya, dengan tema 'Membangun Semangat Literasi Melalui Pelatihan Jurnalis untuk Mendorong Kemajuan Banten dengan Berita yang Positif' di SMK Pelayaran Kota Serang Provinsi Banten, Sabtu (6/7/2024).
Jurnalis harus dapat menyiarkan berita kepada masyarakat baik melalui media fisik maupun di dunia maya, lanjut Bangun. Namun berita yang disampaikan harus sesuai fakta. "Tujuannya agar apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh masyarakat," lanjutnya.
Wakapolres Kabupaten Serang Ali Rahman mengatakan, tulisan itu tidak hanya dilihat dari segi tulisan. "Namun karya jurnalistik itu harus dapat dimengerti dan dipahami oleh masyarakat," jelasnya.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, lanjut Ali, merupakan kegiatan yang ideologis, sehingga harus mempermudah kinerja jurnalistik. "Namun jangan membuatnya lebih mudah, teruslah mengandalkan mesin. Kita harus tetap berpikir dan memiliki kalimat yang khas, sehingga dapat menarik perhatian pembaca," lanjutnya.
Ali menjelaskan, dengan seringnya mengikuti acara seperti ini, diharapkan tulisan wartawan dapat melahirkan karya yang positif dengan pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan fakta, agar masyarakat dapat mengetahui dan dapat menilai pekerjaan pemerintah.
Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rahman menambahkan, karya dapat dituangkan melalui puisi, lagu, tulisan dan lainnya. "Kami sangat berterima kasih kepada para jurnalis. Karena melalui jurnalisme, apa yang ingin kami capai tentang kinerja kami akan sampai ke masyarakat," tuturnya.
Menurut Arif, jurnalisme adalah wadah sebagai penyambung antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat. "Karena itu profesionalisme harus terus dilatihkan seperti melalui pelatihan seperti ini. Tujuannya untuk mengembangkan potensi suatu profesi seseorang," jelasnya.
Begitu juga di pemerintahan juga selalu ada pelatihan untuk mendukung peningkatan profesi, lanjut Arif. "Dulu hanya ada media cetak, kita bisa santai. Namun sekarang media sudah digital jadi harus kejar waktu bagi siapa saja yang lebih cepat tayang dari media lain," tuturnya.
"Semakin cepatnya berita tayang, maka akan menjadi pemacu kinerja pemerintah. Contohnya, pernah ada kegiatan yang dilakukan Pemda, namun ada berita kegiatan tersebut sudah tayang sebelum acara berakhir. Itu menjadi pemicu kami agar lebih giat lagi dalam bekerja," kata Arif.
Arif berharap, semoga dengan adanya acara ini akan menjadikan jurnalisme menjadi lebih baik lagi. "Terus sampaikan berita yang sesuai fakta kepada masyarakat, agar lebih mudah dipahami dan tidak ada kesalahpahaman," tutup Arif.(**)