Pemerintah akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha dan para investor dalam mengembangkan usahanya di Tanah Air.
"Groundbreaking ini adalah tindak lanjut dari kunjungan saya dua tahun lalu ke Busan, Korea Selatan dan bertemu langsung para pengusaha besar di negara itu," ujar Presiden.
Baca Juga : Soal Pernyataan ‘Semua Agama Benar’, Sudjiwo Tedjo : Seperti Orang Primitif
“Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia, dan bahkan yang pertama di Asia Tenggara,” tambahnya dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Menurut Presiden, pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri, dan mengubah struktur ekonomi domestik yang selama ini berbasis komoditas mentah, menjadi berbasis proses industrialisasi.
Harapannya, kolaborasi antara perusahaan Korea Selatan dengan perusahaan Indonesia semakin kuat, serta melibatkan usaha mikro, kecil, dan usaha menengah di Tanah Air.
Indonesia, kata Jokowi, memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Jika dikelola secara baik, Presiden meyakini dalam 3-4 tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi produsen utama produk-produk barang berbasis nikel seperti baterai litium, baterai listrik, atau baterai kendaraan listrik.
Simak informasi menarik lainnya di Youtube kami !
https://youtu.be/9dHRwSfSUxc