Pembuatan wadah formil itu berawal dari kerinduan akan kebersamaan dan bernostalgia saat berkumpul bersama seperti beberapa tahun lalu.
Melalui acara silaturahmi atau temu kagen, Jumat (10/9), di Lapo Ondihon, Jalan Pramuka Jakarta Timur, para perantau yang berprofesi dari berbagai profesi seperti pengusaha, pengacara, kontraktor, artis, pelaut, politisi, dan pegawai negeri sipil ini akhirnya disetujui pembentukan partungkoan dengan nama Partungkoan ‘Ondihon’.
-
Memang di Resto Ondihon inilah, beeberapa tahun lalu, setiap sorenya para anggota partungkoan, tanpa komando saling bertemu di Ondihon usai menjalani aktivitas masing–masing.
Pada pertemuan itu, dari 20 orang yang hadir, disetujui pengurus Partungkoan ‘Ondihon’ yakni Ketua Umum Eben Ezer Siregar yang berprofesi sebagai pengacara, Anton Sihite yang aktif di organisasi massa dan gereja ini sebagai sekretaris, dan Hot Mangatur Simanullang yang dikenal sebagai seorang kurator ini dipercaya menduduki posisi bendahara, serta Salmon Siagian yang menguasai bidang properti sebagai Ketua 1.
Setelah pengurus disetujui, para penasehat terdiri dari Romsoyo Sinaga, H Sihombing atau lebih dikenal denga si Raja Na Pogos, Ricard Damanik, Thomson Aritonang, Barry Purba, dan A.Samosir langsung melantiknya dan untuk selanjutnya akan melengkapi kepengurusan.
"Wadah Partungkoan ‘Ondihon’ ini hanya wadah merawat dan menjaga hubungan kekeluargaan dan wadah untuk berbagi suka dan duka," ucap Eben.
-
Anthon Sihite menambahkan dengan adanya wadah Partungkoan ‘Ondihon ini maka komunkasi diantara anggota tidak terputus walaupun tidak bertemu.
"Mengusulkan untuk membuka rekening khusus wadah Partungkoan ‘Ondihon, sebagai usaha memenej uang kas yang akan diberikan secara spontan," ujar Hot.
Mengawali pertemuan acara silaturahmi atau temu kagen itu di buka dengan doa dan makan bersama.