Nawacitapost.com,- Dewan Pimpinan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kota Blitar menggelar rapat paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pemerintah Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, bertempat di Graha Paripurna DPRD Kota Blitar, Rabu (26/6/2024). Selanjutnya akan digelar pembahasan mencari visi misi spesifik untuk pembangunan Kota Blitar 20 tahun ke depan.
Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengatakan, fraksi-fraksi menginginkan Kota Blitar mempunyai visi yang lebih spesifik untuk rencana pembangunan 20 tahun ke depan, guna memastikan adanya pembangunan yang sifatnya progresif. Visi tersebut akan digali oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD kota Blitar melalui rapat pembahasan bersama pihak eksekutif Pemerintah kota Blitar.
“Setelah rapat paripurna ini adalah pembahasan di level Pansus DPRD. Pansus ini beranggotakan 8 anggota dewan mewakili masing-masing fraksi untuk membahas bersama dengan tim dari eksekutif Pemkot Blitar,” ungkap Syahrul.
Menurut Syahrul, kendala pembahasan Raperda RPJPD ini adalah menyinkronkan antara RPJPN dan RPJPD Provinsi Jawa Timur, yang mana kedua dokumen perencanaan dari pemerintah pusat dan provinsi ini dikatakannya belum juga jadi peraturan resmi atau masih pembahasan. Ditambah RPJPD ini juga diminta untuk memberikan ruang kepala daerah terpilih tiap Pilkada 5 tahunan dalam merumuskan visi misinya.
“Jadi fraksi-fraksi tadi mengatakan istilahnya kok masih global gini ya arahnya, padahal mintanya agar perencanaan lebih spesifik untuk Kota Blitar. Cuma tadi pak walikota bilang memang RPJPD ini berkaitan dengan RPJPN dan RPJPD Provinsi yang memang harus sinergis nantinya visi misi itu,” ujarnya.
“Kalau Kota Blitar yang disampaikan Pak Walikota antaranya kita tetap arahnya kota pariwisata, perdagangan dan jasa. Cuma nanti spesifiknya harus kita detailkan per lima tahun nanti bagaimana perlu kita bahas,” sambungnya.
Lebih lanjut Syahrul menyampaikan,Pansus DPRD nanti berupaya menspesifikkan arah pembangunan untuk Kota Blitar. Sebagaimana DPRD menginginkan Kota Blitar bisa mempunyai arah yang jelas untuk pembangunan yang sesuai dengan ciri khas dan kearifan lokal yang ada.
“Misal kita harus mengoptimalkan sungai-sungai besar di Kota Blitar seperti di dekat RS Budi Rahayu dan Jalan Tanjung. Barangkali itu bisa dimanfaatkan kedepannya, sebagai tempat pariwisata arung jeram atau bagaimana karena kalau ditutup tidak memungkinkan makanya harus bisa dimanfaatkan, antara lainnya,” pungkasnya.
Sementara Walikota Blitar Santoso, mengatakan bahwa di rapat paripurna itu dirinya juga memberikan tanggapan dengan menjawab 16 item pertanyaan yang diajukan fraksi-fraksi. Menurutnya pembahasan RPJPD ini menjadi penting, karena nantinya akan dijadikan landasan calon-calon kepala daerah untuk menyusun visi misi.
“Masukan dewan tadi akan kita akomodir supaya menyempurnakan RPJPD. Ibarat saya membangun rumah pemerintah daerah, saya sudah meletakkan fondasinya yang kuat, tinggal bagaimana pejabat yang akan datang bisa melanjutkan pembangunan. Jadi pemimpin yang akan datang harus mempelajari RPJPD ini supaya pembangunan klop,” katanya.
Penulis : Frins Maurins