Minggu, 19 Juli 2026

Kinerja Cemerlang, Direksi Borong Saham Bank BRI

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 13 Juni 2024 | 13:56 WIB
Direksi kompak borong saham BBRI.  (BRI)
Direksi kompak borong saham BBRI. (BRI)

NAWACITAPOST.COM - Aksi borong saham oleh direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi sorotan pasar. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juni 2024, tercatat tiga direktur BRI melakukan pembelian saham BBRI dengan nominal yang beragam.

Pada 7 Juni 2024, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, membeli 230.000 saham BBRI, meningkatkan kepemilikannya menjadi 4.045.557 saham. Pada tanggal yang sama, Direktur Keuangan BRI, Viviana Dyah Ayu, membeli 280.000 saham BBRI, sehingga kini memiliki 3.659.500 saham.

Tiga hari kemudian, pada 10 Juni 2024, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, membeli 213.300 saham BBRI, menjadikannya pemilik 4.970.914 saham. Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa pembelian saham BBRI oleh direksi bersifat pribadi dengan tujuan investasi.

"Tujuan transaksi untuk investasi," ujar Hendy, di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Meski saham BBRI tengah berada dalam tekanan dan terkoreksi 23% secara year to date, kinerja perseroan justru menguat dan bertumbuh positif. Analis RHB Sekuritas, Andrey Wijaya dan David Chong, menilai potensi kenaikan harga saham BBRI besar karena risikonya sudah diperhitungkan.

Baca Juga: Ciputra Group Jadi Pelopor Properti Hijau dengan Sertifikasi Platinum

Pertumbuhan laba BRI untuk kinerja Januari hingga April 2024 (4M24) meningkat 4,5% secara tahunan (yoy). Kenaikan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pinjaman yang kuat dan efektivitas biaya kredit (Cost of Credit/CoC).

Laporan keuangan menunjukkan BRI mencatat peningkatan pertumbuhan laba tercepat di antara perbankan Big Caps lainnya selama empat bulan pertama tahun 2024. Laba BRI meningkat 4,5% yoy berkat pertumbuhan pinjaman yang mencapai 12% yoy pada April, lebih tinggi dibandingkan Maret yang hanya 10,9% yoy. E

"CoC 4M24 turun menjadi 3,7% (3M24; 3,8%), dengan ekspektasi akan turun di bawah 3% untuk sepanjang tahun. Rasio CASA dan LDR tetap stabil," kata dia.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi "Buy" untuk saham BBRI dengan target harga Rp6.300/saham, mencerminkan potensi kenaikan 40%. Sebanyak 33 analis dalam konsensus Bloomberg juga merekomendasikan "Buy" untuk saham BBRI, dengan target harga potensial Rp6.105/saham untuk 12 bulan ke depan.

Baca Juga: Bos Pakuwon Tetap Optimistis Investasi di IKN

Sementara itu, analis Macquarie, Jayden Vantarakis, memberikan target harga Rp6.630/saham. Sedangkan, Erni M. Siahaan dari Ciptadana Sekuritas lebih optimis dengan target harga Rp7.000/saham.

Aksi borong saham oleh direksi BRI menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensi besar saham BBRI. Dengan kinerja keuangan yang kuat dan dukungan rekomendasi positif dari berbagai analis, saham BBRI menjadi pilihan investasi yang menarik.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini