Kamis, 4 Juni 2026

Jokowi Harus Dibenci, Ini Alasannya?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 4 Agustus 2021 | 14:41 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - ORANG yang membenci Jokowi sejak pencalonan sebagai Gubernur Jakarta 2012, berlanjut di Capres 2014  dan 2019. Tema yang diangkat sama.  Ibundanya Kristen, jelas Rhoma Irama dalam acara ILC di TV One beberapa tahun silam. Kemudian yang dipancarkan kembali dalam kanal Youtube Rakyat Jelata, April 2021. 

Baca Juga : Viral Surat Terbuka Menohok ke Jantung SBY dari Kader Demokrat




Dalam acara itu. Artis senior sekelas Rhoma hanya mengumpat kalimat ke alm Ibunda Jokowi mencomot dari berita internet tanpa menggali lebih dalam lagi. Karni Ilyas sang host kawakan menanyakan ke Rhoma, kenapa tidak di cros chek dulu berita tersebut. Rhoma hanya menjawab singkat itu banyak beredar di internet.

Ketika Karni memberikan giliran ke Jokowi. Saya memaafkan, karena ini bagian demokrasi dan saat acara itu, memasukibulan Rhamadan, tutur Jokowi tanpa ada rasa benci, marah dna dendam kepada yang menghinanya.

Lagi-lagi Rhoma tak terima untuk meminta maaf. Begitu didesak Karni, Rhoma pun meminta maaf untuk Ibunda Jokowi, tapi bukan ke Jokowi, begitulah kengototan pernyataan Artis senior yang harusnya jadi panutan buat seluruh rakyat Indonesia.

Hal lainnnya, ternyata orang membenci Jokowi bukan karena agama yang dianut keluarga Jokowi. Melainkan karena Jokowi berhasil merebut perusahaan raksasa yang berada di Indonesia, yaitu Freeport perusahaan tambang emas yang berpuluh-puluh tahun dikuasai asing. dan, Jokowi menguasainya tidaklah mudah.  Sehingga itu menggangu lahan bisnis mafia tersebut. Makanya, banyak halangan dari mafia dan kartel dalam negeri yang selama puluhan tahun menguasai lahan tambang emas terbesar tersebut.

Hasil dari perjuangan merebut Freeport itu, pemerintah Indonesia memiliki 51, 2 persen saham. Sebab, sejak 1973 saham freeport dimiliki oleh mafia dan asing saja, sedangkan nebhara Indonesia mendapatkan saham sedikit sekali.

Kemudian Jokowi juga berhasil merebut tambang minyak terbesar yaitu Blok Rokan dan Blok Mahakam. Kedua Blok tambang minyak terbesar itu dikuasai perusahaan Caltec dan Chevron. Di era Soeharto, perusahaan  tersebut diberi keleluasaan penuh sejak 1971 untuk jangka waktu 30 tahun dan bisa diperpanjang. Namun, di era Jokowi perusahaan tersebut langkahnya harus terhenti. Kepemilikan dua blok tambang terbesar itu kini milik negara Indonesia.

Disinilah para mafia minyak tersebut yang dimanjakan era Soeharto. Marah ke Jokowi dan harus membencinya. Sebab, para mafia tersebut ditekuk Jokowi hingga tak berkutik. Mafia tersebut mengeruk kekayaan yang bukan haknya di tengah jeritan rakyat miskin yang membutuhkan bantuan.

Maka, untuk meluapkan kemarahan para mafia tersebut, para tokoh agama yang membenci Jokowi, mafia manfaatkan. Seperti eks HTI (dibubarkan 19 Juli 2017), eks FPI (dibubarkan 30 Desember 2020), dan Abdul Somad menyerang Jokowi habis-habisan. Bahkan Bahar Bin Smith pernah mengatakan kalai ketemu Jokowi buka celananya, jangan-jangan h*** itu Jokowi.

Bahkan, aset negara yang diklaim milik keluarga cendana. Satu persatu diambil Jokowi. Mulai Gedung Granadi, Vila Mega Mendung di Bogor dan Taman Mini Indonesia Indah yang diduga tidak menyetorkan pendapatan kepada negara selama 40 tahun lebih.

Yang jelas orang atau kelompok yang membenci Jokowi diduga dekat dengan keluarga Cendana.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini