Kamis, 4 Juni 2026

Mensos Risma Terima Gelar Adat Raden Ayu Adinegoro dari Sentono Dalem Perdikan Majan

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Senin, 10 Juni 2024 | 11:40 WIB
Mensos Risma Terima Gelar Adat Raden Ayu Adinegoro dari Sentono Dalem Perdikan Majan
Mensos Risma Terima Gelar Adat Raden Ayu Adinegoro dari Sentono Dalem Perdikan Majan

NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Tri Rismaharini menerima Gelar Adat Raden Ayu Adinegoro (R.A.A) dari Yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan (YASEDAM). Acara penganugerahan ini berlangsung pada Kamis (6/6) malam di Kesepuhan Perdikan Majan, Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Penganugerahan gelar ini diberikan langsung oleh Ketua Umum YASEDAM, Raden Moh Ali Sodik, dan disaksikan oleh Dewan Sesepuh, Abah KH Raden Yasin, serta Abah Raden H Mahmudi.

Gelar Raden Ayu Adinegoro merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan peran Mensos Risma sebagai tokoh perempuan yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

YASEDAM menilai, sifat dan karakter yang dimiliki Mensos Risma selaras dengan nilai-nilai luhur yang dipegang oleh masyarakat adat setempat.

Baca Juga: Lumbung Sosial Jadi Terobosan Mensos Risma untuk Percepatan Bantuan Bencana

"Saya terus terang surprise, saya pernah diajak orang tua saya ke sini. Saya bersyukur mendapatkan kepercayaan gelar ini, namun yang utama adalah dapat silaturahmi dengan saudara-saudari saya, istilahnya nyambung balung pisah," ungkap Mensos Risma pasca menerima gelar adat.

Mensos Risma menambahkan bahwa ayahnya sering bercerita tentang kisah tanah "perdikan" yang salah satunya ditempati oleh leluhurnya ini, yang tidak bisa dijajah oleh Belanda.

Mensos Risma melanjutkan kisah tentang tanah "perdikan" yang tidak ada dalam peta penjajah, sehingga tidak pernah membayar pajak pada penjajah. Hal ini dikonfirmasi oleh tokoh masyarakat Majan yang merupakan Kepala Desa pertama, bahkan sampai tahun 1979 tanah "perdikan" Majan tidak pernah membayar pajak.

Peninggalan leluhur juga dapat dilihat di Museum NU, seperti: endog bledek (telor yang akan bergerak mengeluarkan suara keras manakala ada ancaman) sampai dengan ikat bahu dan keris serta doa-doa para kyai yang bermanfaat saat menghadapi penjajah.

Baca Juga: Mensos Risma Bantu Pasarkan Produk PENA Lewat Pusat Oleh-oleh Krisna Nusantara

Mensos Risma juga menyempatkan untuk silaturahmi dengan para sesepuh tanah "perdikan" Majan. Mensos juga mengunjungi Masjid dengan menara yang khas dan bangunan-bangunan yang telah dikunjunginya sewaktu kecil, juga ziarah ke makam para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya sesaat setelah menerima Anugerah itu, Mensos Risma bercerita tentang pentingnya semangat juang pantang menyerah untuk generasi muda, dalam apapun keadaan kita. Karena leluhur kita sudah membuktikan hal itu dalam mengusir para penjajah. "Inilah esensi utama kehadiran kita sebagai bangsa merdeka," pungkasnya.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini