Jakarta, NAWACITAPOST - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana menaikkan anggaran kesehatan seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.
Sri Mulyani mengatakan, mengatakan anggaran kesehatan mulanya sebesar Rp172 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Namun, pemerintah menaikkan menjadi Rp182 triliun dan kini kembali naik menjadi lebih dari Rp193,93 triliun.
"Dengan berbagai pergerakan dan perubahan yang sekarang ini terjadi, terutama menyangkut peningkatan COVID-19 yang kemudian dilakukannya kebijakan PPKM Darurat, maka APBN perlu meningkatkan lagi dukungannya bagi terutama program-program di bidang kesehatan dan perlindungan sosial," ujarnya, Selasa (06/07).
Lanjutnya, kenaikan ini, dibutuhkan untuk kebutuhan diagnostik seperti testing dan tracing. Selain itu, pemerintah juga butuh dana lebih besar untuk membiayai perawatan pasien covid-19.
"Biaya perawatan sekarang ini 236 ribu pasien," jelas Sri Mulyani.
Selain itu, pemerintah juga menggunakan pagu tersebut untuk pengadaan 53,91 juta dosis vaksin, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (JKN) untuk 19,15 juta orang, serta insentif perpajakan kesehatan termasuk PPN dan bea masuk vaksin.