Minggu, 19 Juli 2026

Sarjana Cemen, Ade Armando : Begitu Lulus, Salahkan Presiden Jokowi 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 2 Juli 2021 | 14:00 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTAKTIVIS media sosial Ade Armando bukan hanya asal mengkritik karena faktor suka dan tidak suka. Buktinya di kampus UI tempat ia mengabdi sebagai mahasiswa dan kini menjadi dosen di kampus kuning tersebut kerap melakukan kritik konstruktif. 

Baca Juga : Denny Siregar dan Dr Lie Sang Tionghoa Berbuat Tanpa Membedakan Agama



Setelah mengkritik BEM UI, karena membuat meme King Lip of Servise ke Jokowi yang tak pandai. Sarat dengan kepentingan yang jauh dari idealis. Kini kritik Ade kepada mahasiswa UI yang baru lulus.

Melalui akun Twitternya, Ade mengaku sedih melihat sarjana yang sering bersikap cemen. Cemen artinya orang yang bersifat kekanak-kanakan, lemah, dan gak keren. Kurang lebih begitu.

Kata cemen disematkan kepada mahasiswa baru lulus. Ade menyebut sering merengek-rengek minta kerja. Kalau tidak mendapatkan kerjaan, sarjana cemen itu kerap menyalahkan Jokowi.

Dalam cuitannya ini, Ade turut mengunggah video contoh sarjana yang dianggapnya cemen. Video ini memperlihatkan seorang sarjana pria yang mengkritik Presiden Jokowi di hari wisudanya.
Cuitan Ade Armando Sedih Lihat Sarjana Cemen. (Twitter/@adearmando1)

 





Ade lagi-lagi menyebut, sarjana cemen itu biasanya dimanfaatkan kubu kadrun. Dan sepertinya bangga bisa berbeda dan mengkrtik kalau perlu menghujat pemerintah Jokowi.

Lalu, apa yang dilakukan Jokowi. Memerintahkan aparat penegak hukum untuk membungkam atau menangkap sarjana cemen itu. Tidak, Jokowi seperti biasanya hanya menjawab itu hak demokrasi yang dijamin UU. Jadi tak perlu membumkam.

Seharusnya, sebagai sarjana menciptakan lapangan kerja. Atau sarjana cemen itu ingin mendapatkan kerjaan dengan gaji yang tinggi, tanpa melihat dan berkaca apa kemampuannya sebagai sarjana benar-benar masuk dalam kriteria pasaran kerja.

Yang jelas, sarjana cemen itu, kata Ade selalu berteman dengan para kadrun. Tanpa sadar bukan hanya dimanfaatkan, tetapi dikorbankan. Mantapnya, Jokowi yang disebut oleh sarjana cemen itu sebagai yang dihujat, tak menanggapinya atau meminta bantuan aparat penegak hukum. Sama sekali tidak.

 








Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini