Jumat, 5 Juni 2026

Kinerja Positif di Segmen UMKM, Analis Sarankan Beli Saham BBRI

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 29 Mei 2024 | 22:03 WIB
BRI (Istimewa)
BRI (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mempertahankan posisinya sebagai bank dengan portofolio pembiayaan segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbesar di Indonesia. Hingga Maret 2024, BRI mencatat pertumbuhan kredit sebesar Rp1.308,65 triliun, dengan kenaikan dua digit sebesar 10,89% year-on-year.

Dari total kredit tersebut, sebesar 83,25% atau Rp1.089,41 triliun disalurkan untuk segmen UMKM, termasuk segmen ultra mikro. Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan jaringan cabang yang luas serta berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BRI.

Strategi ini memungkinkan BRI untuk mencatat Return on Equity (ROE) yang menarik di industri keuangan Indonesia. Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh Sucor Sekuritas, analis Edward Lowis menyoroti pencapaian ini sebagai bukti kekuatan BRI di sektor UMKM.

BRI secara konsisten mencatat margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang unggul, rata-rata di atas 7% selama 10 tahun terakhir, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 6% atau lebih rendah. Edward Lowis dalam paparannya, Senin (27/5/2024), memproyeksikan bahwa ROE BRI akan tetap di atas 20%, sejalan dengan rata-rata bank besar lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Tri Adhianto Kunjungi DPC Gerindra Serahkan Formulir Pendaftaran Bacawalkot Bekasi

"Kami memproyeksikan ROE akan dipertahankan di atas angka 20%, relatif sejalan dengan rata-rata bank-bank besar lainnya," kata Edward Lowis, Senin (27/5/2024).

Portofolio Ultra Mikro BRI melalui Pegadaian dan PNM menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Segmen kredit ultra mikro ini menawarkan margin yang lebih tinggi dan konsisten memberikan pertumbuhan yang kuat, melebihi pertumbuhan kredit bank secara keseluruhan.

Edward Lowis mencatat bahwa kontribusi aset anak perusahaan ini telah mencapai hampir 10% dari total aset pada Kuartal I-2024, dibandingkan dengan 6% pada tahun 2020. Sementara itu, kontribusi laba bersih meningkat menjadi 14% dari total laba, naik dari 10% pada tahun 2022.

“Total kontribusi aset anak perusahaan ini telah mencapai hampir 10% dari total pada Kuartal I-2024 (dibandingkan 6% pada 2020), sementara kontribusi laba bersih juga tumbuh menjadi 14% dari total (dibandingkan 10% pada 2022),” tulisnya.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Papua Resmi Lantik Notaris Pengganti Kabupaten Jayapura

Meskipun BRI memiliki banyak keunggulan, terdapat sejumlah tantangan dalam mengelola kualitas aset. Edward memproyeksikan pertumbuhan pendapatan moderat di kisaran 5% hingga 10% YoY untuk tahun penuh 2024 dan proyeksi di 2025. Namun, posisi dominan BRI di segmen pinjaman mikro diyakini akan terus menghasilkan NIM dan tingkat pertumbuhan yang di atas rata-rata industri dalam jangka menengah hingga panjang.

“Selain itu, kami percaya bahwa cakupan kerugian pinjaman yang memadai dan posisi modal yang kuat akan memungkinkan bank untuk mengatasi tantangan dalam jangka pendek,” jelasnya.

Edward Lowis juga menyatakan bahwa cakupan kerugian pinjaman yang memadai dan posisi modal yang kuat akan memungkinkan BRI untuk mengatasi tantangan jangka pendek. Dengan demikian, Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham BBRI dengan target harga mencapai Rp6.400 per saham, menyiratkan 2,8x PBV untuk tahun penuh 2024. Target tersebut didukung oleh asumsi ROE berkelanjutan mencapai 23% dengan biaya ekuitas (Cost of Equity) sebesar 12%.

Analis lain juga memberikan pandangan positif terhadap saham BBRI. Jayden Vantarakis dari Macquarie menargetkan harga saham BBRI di angka Rp7.100 per saham. Sementara Victoria Venny dari MNC Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target Rp6.300 per saham.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini