Kamis, 4 Juni 2026

PGI Rayakan HUT Ke 74 Tahun Gerakan Oikumen Semakin Menggeliat

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Minggu, 26 Mei 2024 | 10:39 WIB
PGI Rayakan HUT Ke 74 Tahun Gerakan Oikumen Semakin Menggeliat
PGI Rayakan HUT Ke 74 Tahun Gerakan Oikumen Semakin Menggeliat

NAWACITAPOST.COM - Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) merayakan hari ulang tahun ke 74 yang digelar di Gereja Kristen Muria Indonesia (GMKI) Anugerah Jakarta, Jalan Taman Tanah Abang III No 2, Petojo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/05/2024).

HUT ke 74 PGI kali ini mengangkat tema Menjadi Satu dengan Sempurna Yohanes 17: 23. Perayaan yang dimulai pukul 16.00 WIB diawali dengan puji-pujian oleh para pemuji dari GKMI, sedangkan renungan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt  DR. Agus W. Mayanto yang juga ketua umum sinode GKMI.

Dengan penuh semangat Pdt Agus dalam renungannya mengatakan bahwa gereja adalah produk Allah sehingga gereja harus memposisikan agak laen. Artinya gereja harus menempatkan posisi yang berbeda. Kenapa ketika gereja berselingkuh dengan penguasa apa yang terjadi justru gereja dipenuhi kekerasan dan korup menjadi sangat hirarki, struktural sehingga kehilangan egalitarnya.

Dan bersyukur melalui PGI, menandakan bahwa para pedahulu kita sudah memikirkan dan bertindak bahwa gereja memiliki keberanian untuk permusyaratan untuk duduk bersama atau istilah sekarang ngopi bareng. Berangkat dari sinilah bahwa kehadiran DGI atau PGI sekarang sebuah karunia Allah karena itu anugerah Allah sehingga layak dirayakan.

Baca Juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, PEWARNA dan PGI Launching Film Dokumenter Harmoni Bangsa

Sementara monsinyur Bunyamin perwakilan dari Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dalam kata sambutanya, menegaskan bahwa kehadiran PGI dan KWI merupakan dua komunitas yang sangat erat. Di mana setiap hajatan KWI, PGI selalu hadir untuk memberikan masukan.

Terkait dengan perayaan HUT Ke 74 Tahun, Monsinyur Bunyamin mengatakan bahwa PGI agar dimampukan untuk bersatu dengan semangat kebersamaan, untuk mencapai hal tersebut maka perlu ketertundukan, kerendahan hati, sehingga mampu berjalan bersama-sama.

Giliran Ketua umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dalam kata sambutan mengucapkan puji syukur pada Tuhan yang dalam pengasihanNya memungkinkan kita mengarungi bahtera oikoumene, selama 74 tahun. Keragaman gereja-gereja di Indonesia adalah suatu kekayaan dalam menghadirkan diri di tengah masyarakat, kalau gereja-gereja sedia berjalan bersama dan melihat Indonesia sebagai satu ladang bersama pula.

Hanya dengan demikian, gereja-gereja yang beragam itu mampu mengaku sebagai tubuh Kristus, yang adalah satu adanya. Tetapi kesatuan gereja itu bukanlah demi dirinya sendiri, tetapi terutama adalah untuk dunia ini, karena kita dipanggil untuk pergi keluar dan menghasilkan buah. Gereja buat yang lain, kata Dietrich Bonhoeffer.

Baca Juga: Pdt. Ronald Kapala Biro Papua PGI Benarkan Pembangunan Papua Telah Berjalan Tepat

Kesatuan sebagai tubuh Kristus yang satu itu kini lebih dibutuhkan lagi dalam kita menghadapi ragam tantangan di tengah bangsa kita.

Kita baru saja menyelesaikan pesta demokrasi pada Februari lalu. Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden akan segera terbentuk Oktober nanti. Saatnya kini kita semua bersatu mendukung pemerintahan baru, apapun pilihan politik kita di masa Pemilu.

"Saya kira tidak mudah bagi pemerintah baru untuk mengelola negeri kita yang besar ini di tengah tantangan global sebagai akibat perlambatan ekonomi dan konflik geopolitik yang terjadi. Dalam kondisi sedemikian, kiranya PGI bersama gereja-gereja tetap dapat berpartisipasi aktif secara positif, kritis, kreatif dan realistis sebagai mitra strategis dan kritis pemerintah," tandas Pendeta Gomar yang akan mengakiri jabatannya November 2024 nanti.

Pekerjaan rumah PGI sepertinya tak habis-habisnya. Kita masih harus berhadapan dengan ragam masalah kemanusiaan dan lingkungan, termasuk penegakan HAM di Papua, aksi-aksi intoleran dan ragam penutupan gereja. Berbagai masalah ini tentu menantang semangat oikoumenis kita.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini