Baca Juga : Fitnah Pemerintah Ikut Kudeta Partai Demokrat, SBY-AHY Dilaporkan Garda Demokrasi 98 ke Polri
BERBAGAI kalangan, dari rakyat biasa sampai pejabat negeri ini berdoa dengan hastag pray for KRI Nanggala 402.
Termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkata sama, tapi agak sedikit berbeda. AHY meminta dengan sangat kepada Pemerintah Jokowi untuk memberi perhatian ekstra kepada 53 keluarga korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.
Pernyataan anak pertama SBY ini seakan mengajari 'ikan berenang' kepada pemerintah. Pemerintah Jokowi, melalui Menhan, Panglima TNI, KSAL dan unsur terkait pemerintah lainnya sudah memikirkan, bahkan lebih yang dinyatakan AHY.
Rupanya peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 ingin dimanfaatkan oleh AHY sebagai panggungnya. Namun, kesan menggurui ke pemerintah rupanya kental diucapkan AHY.
Jika, diperhatikan secara seksama. Bahwa tenggelamnya Nanggala ini, ingin dimanfatkan AHY ke arah keuntungan politik Demokrat. Tujuannya, agar rakyat berempati kepada partainya. Caranya mendesak dan meminta pemerintah memperhartikan keluarga korban. Padahal sebelum AHY mngucapkan hal tersebut, Pemerintah sudah punya langkah lebih jauh dari pernyataan AHY. Boleh dikatakan kakak dari Ibas ini hanya mengekor.
Seharusnya AHY, mengatakan prihatin atas tenggelamnya KRI Nanggala, tanpa menggurui pemerintah Jokowi.