Kamis, 4 Juni 2026

Menlu RI Retno: Pelaksanaan shuttle diplomacy bukan hal mudah dilakukan di masa Pandemi

Photo Author
Kornelius, Nawacita Post
- Kamis, 25 Februari 2021 | 11:37 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M. dan delegasi lainnya baru saja kembali dari kunjungan
singkat ke Bangkok, Thailand. Disampaikan melalui jumpa pers via zoom meeting Rabu (24/02/2021) Hal ini merupakan bagian shuttle diplomacy Indonesia untuk
membahas dan mencoba berkontribusi guna mencari penyelesaian terbaik bagi situasi di Myanmar saat ini.
Bukan pertama kalinya Indonesia melakukan shuttle diplomacy pungkas Retno.

Retno menyampaikan hal serupa juga saat isu Rohingya muncul, Indonesia merupakan
negara pertama yang melakukan shuttle diplomacy.
Indonesia berbicara dengan semua pihak untuk menjalin komunikasi serta
berkonsultasi selalu dilakukan I dengan tujuan
utama dapat memberikan kontribusi untuk menangani masalah yang sedang berkembang.
Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa Minggu lalu juga saya melakukan kunjungan ke Brunei Darussalam
dan Singapura. tandas Retno. Bahakan sebelumnya, Indonesia sudah membahas panjang lebar isu
Myanmar dengan Malaysia selama kunjungan PM Malaysia ke Indonesia. Dalam beberapa hari ini secara sangat intensif saya melakukan konsultasi kembali: dengan Ketua ASEAN, Menlu Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos Kamboja dan juga bersama Utusan Khusus Sekjen PBB.
Untuk selanjutnya saya berbicara dengan acting assistant under secretary AS pungkas Retno. Tidak hanya berhenti sampai disitu rencananya akan kembali komunikasi dengan Menlu Inggris dan dengan Sekjen PBB. ada juga mantan PM Australia yang sekarang menjadi Ketua Global Leadership Forum dan Asia Society juga berencana melakukan pembicaraan dengan saya. tandas Retno.

Retnomemaparkan hal ini juga pernah melakukan komunikasi dengan Menlu Australia Jepang, AS, RRT , Inggris dan India.pelaksanaan shuttle diplomacy tentunya bukan hal mudah dilakukan di masa pandemi.Namun demikian tetap dilakukan Indonesia mengingata adanya prinsip-prinsip yang perlu ditegakkan dan keinginan kuat

untuk terus berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan.
Indonesia berkomitmen memilih untuk tidak berdiam diri To do nothing is not an option. ucap Retno

Dalam kunjungan sangat singkat ke Bangkok, saya telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Thailand pembahasan beberapa isu bilateral termasuk persiapan Joint Commission Meeting tahun ini bertepatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. selain itu juga dengan Menlu Don membahas perkembangan di Myanmar termasuk persiapan pertemuan ASEAN. Berbeda dengan Thailand yang memiliki posisi khusus karena berbatasan darat sepanjangan 2400 km dengan Myanmar dan sekitar 2 juta orang Myanmar tinggal di Thailand.

Dalam pertemuan Itu kembali saya tegaskan bahwa posisi Indonesia yang konsisten menyuarakan pentingnya: keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar; memulihkan transisi demokrasi yang inklusif; dan pentingnya penghormatan terhadap Piagam ASEAN. dalam pertemuan Itu kami juga membahas rencana penyelenggaraan pertemuan ASEAN. Dalam hal ini Thailand sudah sampaikan persetujuannya. Sejauh ini, negara – negara ASEAN telah menyampaikan komitmen dukungan terhadap penyelenggaraan pertemuan para Menlu
ASEAN. ucap Retno

Setelah dari Bangkok memang terdapat rencana bagi saya untuk melakukan kunjungan ke Naypitaw untuk secara langsung dapat
menyampaikan pesan dan posisi Indonesia menyampaikan pesan dunia internasional dan sampaikan harapan penyelesaian masalah.
rencana kunjungan terpaksa ditunda.. penundaan ini tidak menyurutkan niat menjalin komunikasi dengan semua pihak di Myanma sekali lagi dengan semua pihak di Myanmar termasuk dengan pihak militer Myanmar dan pihak CRPH (Committee of Representing Pyidaungsu Hluttaw) pungkas Retno

Untuk komunikasi dengan CRPH dilakukan cukup intensif. Sementara itu komunikasi dan pertemuan singkat dengan U Wunna Maung Lwin telah terselenggara di Bangkok pada hari ini.
Retno menyampaikan pada saat pertemuan dengan Menlu Thailand saya memperoleh informasi bahwa U Wunna Maung
Lwin juga sedang berada di Bangkok. Pertemuan dengan U Wunna akhirnya dilakukan di Bandara Don Muang dimana hadir juga Menlu Thailand.
Dalam pertemuan yang Retno lakukan dengan U Wunna, menyampaikan secara konsisten posisi Indonesia bahwa Indonesia concern terhadap perkembangan situasi di Myanmar; Safety and wellbeing of the people menjadi prioritas nomor
satu; kata Retno
Oleh karena itu, kita meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan untuk menghindari terjadinya korban dan pertumpahan darah.
Indonesia terus menekankan pentingnya proses transisi demokrasi yang inklusif; Maka diperlukan sebuah kondisi yang kondusif
berupa antara lain dialog rekonsiliasi trust building dan ndonesia akan bersama rakyat Myanmar;
Prinsip-prinsip yang sama juga disampaikan Indonesia dalam komunikasi kita dengan CRPH. tegas Retno

Retno menyampaikan dalam kondisi sulit
komunikasi dengan semua pihak harus tetap dilakukan tujuannya agar pesan dapat disampaikan; kontribusi dapat ditawarkan sehingga situasi tidak memburuk dan upaya penyelesaian dapat dilakukan dengan baik.
Pesan Retno komunikasi yang dilakukan harus
diletakkan dalam kerangka memberikan kontribusi untuk mencari penyelesaian demi kepentingan rakyat Myanmar. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar merupakan hal utama yang harus dilindungi. Tutup Retno

Editor: Kornelius

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini