Minggu, 19 Juli 2026

Agus Widjojo Dorong Peran Generasi Muda Selamatkan Warisan Budaya Nusantara sebagai Identitas Bangsa

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Sabtu, 27 April 2024 | 11:26 WIB
Mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. (X)
Mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. (X)

NAWACITAPOST.COM - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) periode 15 April 2016 hingga 12 Januari 2022, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, menyoroti pentingnya mengelola perbedaan budaya dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam sebuah acara bertajuk "Budaya Nusantara Bangkit", Agus Widjojo menjelaskan bahwa budaya bukan hanya sekadar warisan nenek moyang yang harus dilestarikan, tetapi juga merupakan identitas yang membedakan satu bangsa dengan bangsa lainnya.

Oleh karena itu, menurut Agus, mengabaikan budaya dapat berakibat pada terampasnya hak atas kebudayaan tersebut. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta webinar untuk menyadari betapa indahnya kebudayaan Indonesia serta melindungi, melestarikan, dan mencintai kebudayaan Indonesia.

"Kita harus melindungi, melestarikan, serta mencintai kebudayaan Indonesia," ujar Agus, dikutip Sabtu (26/4/2024).

Kebudayaan memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah bangsa. Sebagai negara dengan keberagaman budaya yang kaya, Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya yang menjadi identitasnya.

Baca Juga: Berita Duka: Penyair Joko Pinurbo Meninggal Dunia, Berikut Deretan Karyanya

Budaya menjadi salah satu alat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, serta sebagai fondasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai macam budaya yang terdapat di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, menjadi kekayaan yang tak ternilai.

Duta besar Indonesia untuk negara Filipina ini menegaskan bahwa keberagaman budaya bukanlah sesuatu yang memecah belah, melainkan hadir dalam kesatuan kebangsaan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Keragaman budaya juga memiliki dampak positif lainnya, seperti memperluas toleransi antar masyarakat, menjadi daya tarik pariwisata, dan menjadi warisan budaya dunia.

Namun dalam perkembangannya, Agus mengingatkan berbagai tantangan baru muncul. Kemajuan teknologi memberikan banyak pilihan bagi seseorang dalam menentukan sikap hidup. Hal ini tentunya akan menimbulkan berbagai permasalahan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Karena itu, menurut Agus, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menghargai keberagaman budaya yang ada, serta untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian, Indonesia dapat terus maju sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, dengan keberagaman budaya sebagai salah satu kekuatan utamanya.

Baca Juga: Nusantara Awards 2024: Menginspirasi Anak Muda untuk Melestarikan Budaya

Agus menegaskan bahwa kebudayaan merupakan investasi yang terus berkembang, terutama di tengah kondisi perekonomian yang sedang meradang akibat pandemi. Menurutnya, harmonisasi kebudayaan memerlukan kerangka pikir yang mendorong revolusi mental, pemajuan kebudayaan, dan pencapaian prestasi dalam olahraga.

Dalam konteks ini, kesadaran diri akan cinta terhadap tanah air, keberagaman budaya, dan ketahanan nasional menjadi kunci penting dalam mempertahankan kebudayaan Indonesia di era globalisasi. Webinar tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya nasional untuk menguatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan meningkatkan daya saing nasional di tengah arus globalisasi.

Mantan Wakil Ketua MPR ini menaruh harapan besar kepada generasi muda. Ia mengatakan, anak muda diharapkan lebih dapat memahami, mencintai, dan melestarikan budaya nasional.

Bagi Agus, hal ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi yang semakin cepat. Dengan begitu, Indonesia dapat membangun nilai-nilai nasional yang mampu hidup berdampingan dengan nilai-nilai universal global, memperkokoh identitasnya, dan terus maju sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat di kancah internasional.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini