Jumat, 5 Juni 2026

Ketua BPPPKN Jakarta, Saroziduhu Zebua Abai Terhadap Kepni Menjadi Provinsi

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 6 Februari 2021 | 11:15 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –  Sudah lama masyarakat  Kepulauan Nias (Kepni)  yang terdiri dari Daerah Tingkat II (Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Nias dan Gunungsitoli) mendambakan pembentukan provinsi Kepni. Melalui Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) yaitu empat Bupati dan satu Walikota didukung DPP Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) membentuk Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPPPKN).

Baca Juga : Turunan Gulo : Tidak Mudah  Kepulauan Nias Menjadi Provinsi (Sekarang)



Karena yang menunjuk atau memilih BPPPKN adalah Forpimda. Berarti ada anggaran negara (baca : APBD lima daerah tingkat dua di Kepni) mengalir deras kepada BPPPKN. Berarti kerja BPPPKN dibiayai  oleh rakyat Kepni. Petani, nelayan, sopir, pedagang pasar, pedagang kaki lima, serta pegawai harian yang telah membayar pajak kepada pemerintah daerah di Kepni, dengan harapan agar  kehidupannya bertambah layak dan sejahtera. Salah satu harapan Petani cs itu tidak muluk-muluk agar Kepni menjadi Provinsi bukan isapan jempol belaka, benar-benar diperjuangkan, dan transparan dalam progress terlebih anggarannya.

Sudah banyak para pakar, dan tokoh Kepni diberbagai wilayah nusantara (baca  : Turunan Gulo  tokoh peduli Kepni, Duniyus Halawa tokoh Kepni Solo, Sekretaris DPD HIMNI Kalbar, Ary Mendrofa, Salatieli Daeli, tokoh Kepni Lampung, dan masih banyak tokoh Kepni lainnya.  Mereka yang disebut di atas itu adanya diluar struktur BPPPKN),  tapi punya mata, pikiran, hati peduli yang amat sangat terhadap  pembentukan provinsi Kepni, walaupun mungkin saat Kepni menjadi Provinsi (suatu saat) mereka itu tidak berdomisili di Kepni.

Untuk memperjelas pembentukan Kepni, nawacitapost menghubungi Saroziduhu Zebua (SZ)orang dekatnya Christian Zebua  yang masuk dalam struktur  BPPPKN, terutama sebagai Ketua  wilayah Jakarta. Dihuhubungi melalui chat WhatsApp kepada (SZ), jawaban SZ ntar saya kirim, kemudian dihubungi sambungan whatsApp  hanya mengatakan “sudah ada jawaban (setuju) pendapat Turunan Gulo dll, itu saja sudah cukup, jangan sayalah, karena saya lagi bawa kendaraan dan di jalan tol, nanti saya (SZ)  kirim jawaban melalui chat WhatsApp,” jelas SZ, yang sampai detik ini (6/2/2021) jawaban Chat WA nya yang janjinya mau dikirim tapi sampai saat ini nawacitapost belum menerima.



Sampai berita ini diturunkan, jawaban SZ ntar saya kirim (5 Januari 2020 pukul 20.02) nawacitapost belum mendapat jawaban resmi dari Ketua BPPPKN Jakarta, SZ.  Padahal  SZ saat duduk sebagai Ketua BPPPKN Jakarta direkomendasikan DPP HIMNI eranya Agustus Gea (2011 -2015), termasuk Sekretaris dan Bendahara BPPPKN Jakarta.

Perlu diketahui saja, untuk pembentukan Kepni menjadi provinsi ada keringat rakyat di Kepni dari berbagai bidang yang belum kering dan jatuh ke tanah, lalu ada tangisan bayi dan anak yang masih disusui ibunya. Harapannya agar ketika Kepni menjadi provinsi rakyat menjadi  sejahtera.

Jika rakyat Kepni tahu, belum ada jawaban dari Ketua BPPPKN Jakarta, SZ. Janganlah rakyat berkata SZ abai apalagi sampai menyepelekan, atau ironisnya diganti. Jangan, semuanya ada mekanisme yang berlaku. Serahkan  evaluasi BPPPKN kepada Forpimda terpilih.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini