Senin, 20 Juli 2026

Mengungkap Rahasia Omo Hada, Rumah Tradisional di Nias Pulau Impian yang Tahan Gempa

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 25 April 2024 | 10:20 WIB
Omo Hada, rumah adat Nias. (X)
Omo Hada, rumah adat Nias. (X)

NAWACITAPOST.COM - Kepulauan Nias, sebuah pulau yang terletak di utara Sumatera, Indonesia. Kepulauan Nias terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau.

Namun, tak hanya itu, Kepulauan Nias juga kaya akan kebudayaan dan tradisi yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya adalah rumah tradisional Nias yang disebut Omo Hada. Rumah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga merupakan bagian dari identitas dan sejarah yang kaya dari masyarakat Nias.

Omo Hada atau rumah adat Nias dianggap sebagai salah satu contoh terbaik dari arsitektur vernakular di Asia. Arsitektur vernakular adalah gaya arsitektur yang terbentuk dari proses yang lama dan berulang, sesuai dengan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan masyarakat setempat.

Hal ini tercermin dalam pembangunan Omo Hada yang menggunakan bahan-bahan lokal, pengetahuan lokal, teknik sederhana, dan sangat berkaitan erat dengan budaya masyarakat Nias. Salah satu ciri khas utama arsitektur vernakular adalah penggunaan bahan lokal, seperti kayu nimbung dan alas rumbia.

Baca Juga: Kisah Nias Pulau Impian yang Pernah Menjadi Republik Nias Merdeka

Selain itu, rumah tradisional Nias juga dibangun tanpa menggunakan paku. Sehingga, Omo Hada memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan gempa bumi yang sering terjadi di daerah tersebut.

Omo Hada umumnya berbentuk persegi panjang dan berdiri di atas tiang. Desain rumah ini secara keseluruhan mirip dengan bentuk perahu, yang diyakini sebagai hasil dari penyesuaian dengan lingkungan sekitar. Bentuk seperti perahu ini juga berguna sebagai bentuk perlindungan jika terjadi banjir.

Rumah tradisional Nias memiliki dua pintu, di mana pintu kedua memiliki bentuk yang unik. Pintu ini berbentuk horisontal dengan daun pintu yang menghadap ke atas, berfungsi sebagai perlindungan tambahan jika terjadi serangan dari luar.

Omo Hada memiliki dua ruangan utama. Ruangan pertama disebut Tawalo, yang digunakan sebagai ruang tamu, tempat bermusyawarah, dan tempat tidur bagi para jejaka. Ruangan ini memiliki beberapa lantai, dengan setiap lantai memiliki fungsi yang berbeda-beda, seperti untuk rakyat biasa, tamu, tamu agung, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Gunung Lolomatua: Puncak Tertinggi di Pulau Nias, Ada Bukit Doa Rajawali

Ruangan kedua disebut Forema, yang berfungsi sebagai ruang keluarga, ruang tamu wanita, serta ruang makan untuk tamu-tamu agung. Di dalam Forema juga terdapat beberapa ruangan lain yang digunakan sebagai kamar tidur dan dapur.

Keberadaan Ndriwa, penyokong yang dipasang diagonal di antara tiang-tiang vertikal di bawah rumah, membuat struktur rumah tradisional Nias sangat kuat dan mampu menahan getaran saat terjadi gempa. Selain itu, penggunaan lempengan batu sebagai alas tiang juga menambah kestabilan rumah ini.

Tak hanya itu, rumah tradisional Nias juga memiliki ukiran kayu yang rumit pada bagian dalam dan luar rumah. Hal ini menambah keindahan dan keunikan dari arsitektur vernakular ini.

Rumah tradisional Nias atau Omo Hada bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan masyarakat. Tertarik untuk melihat Omo Hada? Ayo segera kunjungi Nias Pulau Impian.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini