Kamis, 4 Juni 2026

Soal 14 Provinsi Sekolah Tatap Muka, Ketua DPD: Jaga Ketat Prokes

Photo Author
Riza Surbakti, Nawacita Post
- Rabu, 6 Januari 2021 | 11:45 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan, dalam waktu dekat ini 14 Provinsi akan menyengarakan belajar- mengajar tatap muka. Menyoal hal ini, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyerukan agar kesemua sekolah tersebut mengkaji ulang dan mempersiapkannya secara matang.

Seperti yang dikemukakan Kemendikbud, 14 provinsi yakni Jawa Barat, Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat  siap menyelenggarakan sekolah tatap muka. Menanggapi pernyataan tersebut LaNyalla LaNyalla meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) dilakukan dengan ketat.

“Proses pembelajaran tatap muka dipersiapkan secara matang. Jangan sampai justru belajar tatap muka menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Lakukan persiapan dengan sematang mungkin dan wajib menerapkan protokol kesehatan," ujar Senator dari daerah pemilihan Jawa Timur itu, di Jakarta Rabu (5/1/2021). LaNyalla pun berharap pihak terkait mengkaji terlebih dahulu model pembelajaran yang akan dilakukan saat tatap muka nanti.

BACA JUGA:Kebijakan Vaksin Gratis  Bukti Keseriusan Pemerintah Bangun Ketahanan Nasional

"Timing-nya harus tepat. Selain itu, metode pembelajarannya juga harus dipersiapkan dengan matang. Jadi para siswa, orang tua, dan juga guru tetap terjaga kesehatannya," serunya. Tak hanya itu, LaNyalla juga menegaskan, proses belajar tatap muka tidak menjadi kontradiktif dengan upaya pemerintah yang sedang mempersiapkan vaksin.

Urai LaNyalla, seperti diketahui, kini pemerintah sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke daerah. “Artinya, ada upaya serius dari pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19. Dan tentunya hal ini harus sama-sama kita dukung. Saya siap mendukung proses belajar tatap muka jika keamanan terjaga. Tapi ya itu, safety harus diutamakan. Dan pihak sekolah dan pihak terkait juga harus tegas jika kondisi sudah tidak memungkinkan," cetusnya. (OSS)

 

Editor: Riza Surbakti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini