Jumat, 5 Juni 2026

NU dan Muhammadiyah Siap Lawan Pemecah Belah NKRI

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 18 November 2020 | 10:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Sejak kedatangan Habib Rizieq Shihab di Indonesia, pada Selasa 10 Nopember 2020. Selain membuat macet jalanan  menuju dan ke bandara. Lebih dari itu dimana Rizieq berada pelanggaran protokol kesehatan terjadi. Bahkan ceramahnya membuat  gerah para tokoh bangsa di negeri ini. Bisa dikatakan permusuhan kerap dilakukan. Klaim merasa paling benar  ada pada kelompok ini.

TAK mau negeri bernama NKRI  terkoyak dan terpecah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj, mendadak menyampaikan imbauan bagi masyarakat Indonesia di tengah pro kontra sejak kedatangan Rizieq.

KH Said Aqil Siradj meminta masyarakat Indonesia, khususnya umat islam agar mempertahankan keutuhan NKRI serta tidak mudah terprovokasi.

Hal itu disampaikan KH. Said Aqil Siradj melalui sebuah tayangan video yang diunggah melalui akun Twitter Menko Polhukam Mahfud MD pada Senin, 16 November 2020.

Bahkan, KH Said Aqil Siradj mengajak masyarakat untuk melawan siapa pun yang ingin melakukan hal-hal negatif.  Sebab mereka yang mengganggu persatuan NKRI merupakan musuh bangsa. Mari kita cintai NKRI dengan semangat Ukhuwah Wathaniyah, solidaritas  sebangsa dan se Tanah Air, tegasnya.

Sebelumnya  Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mendesak otoritas berwenang, dapat melakukan tindakan terhadap situasi pelanggaran protokol kesehatan. Salah satunya, acara yang menghimpun kerumunan massa dalam beberapa acara yang dihadiri Rizieq Shihab.

Aparatur pemerintah, khususnya satgas Covid-19, seharusnya berani menegur dan menertibkan semua acara yang tidak mematuhi protokol, baik acara pendidikan, perkantoran, keagamaan, dan kegiatan lain yang mengumpulkan massa," kata Abdul saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Sabtu 14 Nopember 2020.

Seharusnya, semua pihak mematuhi protokol Covid-19, termasuk acara Rizieq Shihab, tegasnya.

NU dan Muhammadiyah adalah organisasi keagamaan umat Islam terbesar di Indonesia. Kedua lembaga keumatan ini adalah benteng utama dan terakhir penjaga NKRI agar tetap utuh selamanya. Kedua lembaga umat terbesar ini sudah menjamin tentang NKRI tak boleh terpecah dan terkoyak.  Maka siapapun yang memecah belah bangsa ini siap-siap berhadapan dengan NU dan Muhammadiyah serta dukungan organisasi yang berciri kebangsaan lainnya.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini