Jumat, 5 Juni 2026

Mencegah dan Mengatasi Covid -19,  Prof. James Tangkudung : Myokines Di Tubuh Kita Harus Digerakan Dengan Berolah Raga  Tepat dan Benar

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 28 September 2020 | 00:57 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-   Pandemi Covid -19 tak tahu kapan akan berakhir. Para ahli pun tak bisa memprediksinya.  Yang jelas, virus ini masih ada, dan vaksinnya belum ditemukan. Menular dan masuknya melalui mata, hidung dan mulut. Jelas pakar Ilmu Kesehatan  Olah Raga Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. dr. James Tangkudung, SportMed,M.Pd kepada Nawacitapost belum lama berselang.

Baca Juga : Jokowi Tegaskan : Pemerintah Mengutamakan Kesehatan Rakyat Dalam Penanganan Covid-19


Namun, untuk mencegah dan mengatasinya, selain  jaga jarak, memakai masker dan sering cuci tangan. Konsumsi air hangat agar berkeringat.  Serta bergerak atau olah raga,  kalau tidak bergerak maka tubuh dibaratkan seperti selokan yang tersumbat, jelas professor yang telah berusia 64 tahun dan masih  terus bergerak memberikan materi tentang covid 19 diberbagai lembaga.

Seperti diketahui, pasien covid - 19 di Indonesia, yang dikeluarkan gugus tugas, Minggu (27/9/2020), pukul 12.00 bertambah sebanyak 3.874. Keseluruhannya  menjadi 275.213.  Berarti penularannya  masih terus terjadi.

Ada banyak cara untuk meredam penularan covid tersebut. Namun, ada cara yang disampaikan  Profesor James yang telah membuat 23 Jurnal atau artikel ilmiahnya telah terindeks oleh Scopus (lembaga untuk jurnal ilmiah terpercaya di dunia). Yaitu, memaksimalkan fungsi imunitas tubuh kita melalui Myokines. Myokines itu, adanya di sel otot yang keluar akibat kontraksi atau gerak otot manusia melalui olah raga.

Dan, didalam tubuh manusia ada 3000  Myokines yang bergerak atau berolahraga, sehingga peredaran darah dalam tubuh yang membawa oksigen dan zat gizi berjalan lancar.

Hal itu, mampu melawan dan menetralkan reaksi biokimia dari virus covid 19. Terutama Paru-paru, yaitu Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) yang menyebabkan gangguan pada  pernafasan dan turunnya Saturasi penyerapan oksigen (Silent/Happy Hypoxia) pada darah atau Hemoglobin Tubuh seluruh tubuh.

Jika, jarang berolahraga, maka sitokin (sel antibody yang berlebihan) akan meningkat. Hal lainnya, apabila, ada tanda-tanda batuk, demam, dan sesak nafas. Segeralah beolah raga, secara rutin lebih bagus (minimal 30 menit). Jika kita mau berolah raga maka, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah latihan pernafasan yakni dengan menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan lewat mulut dan memulai olah raga minimal 30 menit dengan irama atau kecepatan 60 (medium-red), ujar deputi Kemenporan era  Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault

Olah raga diiringi musik dapat juga menjadi pilihan. Hal itu, dapat memicu timbulnya hormon bahagia dalam tubuh. Sebab, dalam tubuh kita ada empat jenis hormon bahagia; Dopamin, Serotonin, Endorfin dan Oksitosin, ujar mantan ketua tim olah raga dan kesehatan PSSI.

Sehingga jika kita melakukan olah raga yang tepat dan benar, maka  covid tak perlu dicemaskan dan menakutkan, jelas Doktor kesehatan olah raga lulusan perguruan tinggi Jerman meyakinkan.

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini