Kamis, 4 Juni 2026

Menkes Terawan Tak Dendam, Prijo Yang Merasa

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 28 Juli 2020 | 11:24 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-Metode penyembuhan stroke dengan cuci otak yang dilakukan Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr.dr.Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) yang telah banyak membantu dan menyembuhkan pasien dari berbagai kalangan.

Baca Juga : Menkes Terawan Berharap, Agar Anak-Anak Tidak Stres di Masa Pandemi COVID-19


Mulai dari rakyat biasa sampai  pejabat negara telah banyak terbantu. Prabowo Subianto dan Mafud MD pernah disembuhkan dengan metode ini.

Namun tidak bagi Ikatan Dokter Indonesia melalui mantan Ketua Majelis Kode Etik Kedokteran  Dr. dr. Prijo Sidipratomo, SpRad(K) menyatakan metode penyembuhan yang dilakukan mantan Kepala RSPAD Gatot Subroto telah melanggar praktek kedokteran.

Perlu diketahui bahwa Prijo dan Terawan adalah ahli Spesialis Radiogi Klinis yang sangat langka di Indonesia. Anehnya Terawan diberikan sanksi dan izin profesi dokternya ditangguhkan gara-gara metode penyembuhan tersebut.

Padahal penyembuhan metode ala Terawan ini sudah pernah dibahas di sebuah stasiun TV Swasta. Artinya sudah diketahui pokok masalahnya. Bahkan metode penyembuhan Terawan diakui dan digunakan di negara-negara Eropa.

Mantan Ketua Dr. dr. Prijo Sidipratomo, SpRad(K)

Selesaikah masalah ini? Ternyata belum. Prijo menyatakan, bahwa penugasan dirinya di Kemenkes adalah bentuk dendam pribadi Terawan yang mencopotnya sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran (FK UPN).

Merasa hal ini bentuk tindakan sewenang-wenang dari Terawan, Prijo sampai mengadu ke Komnas HAM dan melaporkan aduannya yang difasilitasi Komnas HAM menyurati Menkes Terawan dengan tembusan suratnya kepada Presiden Jokowi.

Disinilah seharusnya Prijo bisa memahami salah satu sumpah seorang dokter yaitu mau ditempatkan dimana saja. Termasuk di Kemenkes. Padahal penugasan mantan Ketua MKEK bukan kemauan Terawang melainkan masukan dari pihak-pihak terkait dari kantor menteri kesehatan.

Pasalnya Kemenkes membutuhkan orang yang ahli pada bidang radiologi klinis dan yang tepat untuk itu diusulkan dan dipilih Prijo, sedangkan Terawan hanya menetapkan saja.

Jika Terawan mau melakukan pencopotan atau pelanggaran sewenang kepada siapa yang menyakitinya bisa saja. Namun dokter militer yang berpangkat bintang 3 Militer Angkatan Darat Purnawirawan ini tidak melakukan abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan kepada yang dulu pernah menyakitinya termasuk Prijo. Suami dari Ester Dahlia dalam bekerja sebagai Menteri ataupun dokter selalu mendengar masukan dari berbagai pihak.

Tak mungkin dan rasanya jauh Ayah dari Abraham Apriliawan melakukan diluar kewenangannya.

Hanya diam dan tak melakukan perlawanan ketika dilaporkan oleh sesama profesi dokter termasuk Prijo kepada dirinya.Terawan hanya berdoa dan berserah saja.

Sebenarnya Terawan ini sudah diganggu. Saat Kemenkes menggunakan anggaran dana covid-19 sangat sedikit. Setelah diteliti ternyata anggarannya memang belum keluar.

Seharusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) siapapun dia termasuk Prijo harus mau ditempatkan dimana saja.

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini