Baca Juga : Dualisme di Golkar, PPP, Hanura Berhasil Diselesaikan Yasonna, Berkarya Menanti
Itu terjawab dengan kedatangan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa, Badaruddin Andi Picunang bersama Ketua Harian Sonny Pudjisasono dan Bendahara Umum Harri Saputra Yusuf yang diterima langsung MemnkumHAM Yasonna Laoly pada kamis(23/7/2020).
Diterima lebih mempunyai makna mendalam dan luas yang berarti persoalan atau masalah sudah tidak ada. Bukan hanya itu saja rombongan elit partai ini membawa berkas hasil munaslub berupa susunan pengurus DPP.
Bagi Yasonna, KemenkumHAM akan menerima usulan kepengurusan yang disampaikan oleh siapapun. Namun siapa yang berhak akan dilakukan pemeriksaan apakah usulan tersebut hasil dari satu proses sesuai AD/ART.
Jika nanti dalam pemerikasaan AD/ART sudah sesuai aturan, maka partai ini sudah boleh melangkah ke tahap berikutnya.
Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menyerahkan Hasil MUnas Berupoa AD/ART Partai dan diterima MenkumHAM Yasonna Laoly di ruang Kerjanya, Kamis (23/7/2020)
Yasonna mengatakan dengan tegas bahwa semua agenda partai politik selama itu sesuai aturan berlaku, menjaga persatuan, membawa manfaat untuk masyarakat, dan bekerja sama memajukan Indonesia.
Ini menandakan di partai dengan ketua umumnya Muchdi PR sudah mulai menghilangkan dua kubu. Bahkan kerasnya Tommy Soeharto sudah hilang ditelan angin perdamaian.
Terbukti dengan namanya pangeran cendana tercantum sebagai Ketua Dewan Pembina di Partai Berkarya melenyapkan cerita-cerita miring tentang kegaduhan Munas lenyap lagi.
Memang untuk menyelesaikan persoalan rumit dipartai politik salah satunya mengenai dualisme kepengurusan dibutuhkan figur ‘wasit’ yang tegas dan berintegritas. Dan itu ada pada Yasonna. Segudang penugasan Jokowi dan Megawati berhasil diselesaikannya dengan tuntas.
Mulai dari kemelut parpol golkar, PPP, dan Hanura. Membawa buronan Maria Pauline dari Serbia ke Indonesia, itu penugasan dari Jokowi.
Melek hukum kader banteng moncong putih. Sampai menjadikan hukum harus menjadi panglima dalam perlawanan apapun mulai di internal PDI Perjuangan maupun bangsa.
Jadi kalau soal parpol yang dualisme maupun lebih kepengurusan maka saluran yang tepat untuk menyelesaikannya ada pada suami dari Elyse Widya Ketaren. Ditambah lagi dengan spesialis pemburu aset koruptor di luar negeri patut disandangnya juga.