Sabtu, 18 Juli 2026

Debat Sengit Kepala Bakom RI vs BEM UI: Sengkarut Anggaran Pendidikan di Balik Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:08 WIB
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat. (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)
Mengintip diskusi Bakom RI dengan BEM UI yang membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga manfaatnya bagi masyarakat. (Instagram.com/@zonamahasiswa.id)

Dengan nada tinggi, Qodari menantang Fathimah untuk menyajikan data valid di internal kampus mereka sendiri.

Baca Juga: Plot Twist Terbesar Abad Ini: Jadi Tersangka Korupsi Kakap, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Gandeng Hotman Paris Lawan Kortastipikor!

"Sekarang di UI itu ada berapa? Fathimah punya enggak data angka kursi kosong yang ada orangnya tapi tidak mendaftar? Angkanya berapa kalau di UI? Kalau enggak punya angka, jangan bicara terlalu jauh!" cecar Qodari, mengajak mahasiswa mengkritisi kebijakan berbasis data, bukan sekadar asumsi.

Perlawanan Sengit Mahasiswa: "Kami Melihat Realita, Bukan Segudang Data!"

Ditekan dengan tuntutan data, Wakil Ketua BEM UI tidak tinggal diam. Fathimah langsung memberikan jawaban menohok yang memotong argumen kepala badan pemerintah tersebut. Ia menegaskan bahwa mahasiswa bergerak karena melihat realita empiris di lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.

"Kami melihat realitanya. Kita tidak seperti orang-orang yang mungkin punya segudang data-data yang dikeluarkan untuk men-justify pemerintah yang tidak pernah lihat realitanya!" balas Fathimah dengan berani.

Fathimah bahkan membongkar fakta internal UI, di mana mahasiswa yang kesulitan finansial akhirnya bisa bertahan bukan karena uluran tangan pemerintah, melainkan berkat solidaritas para alumni yang patungan memberikan bantuan dana.

Baca Juga: Terisolasi di Perbukitan, Guru di Parigi Moutong Nekat Racik MBG Mandiri Demi Senyum Anak Didiknya

Debat publik ini menjadi cerminan nyata dari benturan dua sudut pandang: Pemerintah yang melihat pemenuhan gizi sebagai fondasi dasar pendidikan, melawan Mahasiswa yang menuntut transparansi dan ketepatan alokasi anggaran demi masa depan perguruan tinggi. Pertarungan argumen berbasis data melawan realita ini dipastikan akan terus bergulir panas di tengah masyarakat.(***)

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini