BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Yang sangat membuat kagum sang Gubernur adalah kreativitas didalam kontrakan Daniel Halawa. Pasalnya masih saja berusaha semangat di tengah kondisi pandemi Corona Covid 19. Mereka yang didalamnya ada beberapa orang. Bersama – sama membangun usaha kecil – kecilan. Tapi bisa memperoleh penghasilan. Ada yang membuat dan menjual kue kering. Berjualan online. Ada yang berternak lele. Saling bekerjasama bahu membahu.
Foto : Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke asrama dan kontrakan mahasiswa Nias
Ganjar pun sempat tersenyum lega. Para mahasiswa tidak hanya menggantungkan diri terhadap bantuan dari pemerintah. Mereka sangat bersemangat berkreativitas. Ganjar sempat membuat lelucon kecil untuk membuat mereka tersenyum bahagia. Karena kebahagiaan mereka merupakan kebahagiaan bagi Ganjar pula. Dibukalah kulkas yang isinya ada banyak makanan dan minuman. Sambil diselipkan bahasa lelucon juga.
BACA JUGA: Bak Buah Simalakama Persekusi FPI Terhadap Masyarakat Batak
Mahasiswa Nias bersama iuran beli bahan bakunya. Sempat ditanyakan oleh Ganjar. Kemudian dilihat kue satu persatu. Ada putri salju, nastar, semprit coklat dan masih banyak lagi. Mereka pun menjual dengan harga terjangkau. Demi memenuhi kebutuhan hidup. Tidak perlu menjual dengan harga tinggi. Laris terjual dan balik modalnya saja pun sudah cukup. Mereka pun getol dalam promosi ke Ganjar untuk memborongnya. Rasanya beda.
-
Ganjar juga melihat isi dapur kontrakan. Yang mana didekat dapur ada kolam. Berisi ikan lele begitu banyak. Ganjar terlontar ucapan. Ganjar pun baru melihat kontrakan mahasiswa terutama Nias cukup kreatif demikian. Ganjar pun bertanya. Lamanya usaha mahasiswa. Para mahasiswa menjawab sudah hampir berjalan dua tahun lamanya. Terdesak awalnya karena memang tidak ada pekerjaan. Daripada menganggur jadi mending usaha kecil – kecilan. Ganjar pun memberi saran untuk menanam sayur .
BACA JUGA: HIMNI Jateng Turut Aktif Peduli Mahasiswa Nias Perantauan
Setelah melihat isi dapur. Ganjar melihat ada makanan ala anak kontrakan. Ya tapi menurut Ganjar ini lumayan bergizi. Ada ikan walau hanya tinggal kepalanya saja. Ada sayur kol pula. Ada cincau juga. Sempat Ganjar pun menanyakan sudah atau belum menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Lalu para mahasiswa menjawab, sudah. Diberikan melalui salah satu pejabat Ombudsman, Sabarudin Hulu, SH, MH.
-
Kemudian Ganjar juga mengecek stok beras yang ada disana. Bahkan, juga menanyakan beras yang baru saja diberikan oleh pemerintah. Lalu, Ganjar juga melihat ada sebuah tv tabung. Bercanda menghibur bahwa harga jualnya bisa 50 juta. Terbilang barang antik. Dilanjutkan lagi. Pernah ada yang jual dengan harga dua miliar. Percaya atau tidak. Cuma dalam penawaran saja tapi tak ada yang membeli. Terus dilanjutkan melihat isi kulkas. Kulkasnya penuh makanan dan minuman. Tidak perlu khawatir terhadap masyarakatnya di Jateng. Para mahasiswa bisa masak dan hidup disana. Meski badannya tidak terlalu gemuk. Tidak begitu banyak makan sepertinya.
BACA JUGA: Gubernur Jawa Tengah Kaget Saat Sidak Hunian Mahasiswa Nias
Ganjar memang pernah merasakan pahitnya hidup. Sehingga turut merasakan kondisi para mahasiswa. Ganjar pun menanyakan kepada para mahasiswa untuk para pejabat pemerintah. Para mahasiswa berterima kasih dan bicara kondisi sehat – sehat saja. Terutama mereka sangat mengapresiasi Gubernur Jateng, Ganjar yang dianggap luar biasa peduli. Sebelum pulang, Ganjar memborong kuenya. Ganjar membeli putri salju, semprit coklat, kue rasa keju dan lainnya. (Ayu Yulia Yang)