Kamis, 4 Juni 2026

Akibat COVID-19, Menlu Retno Jamin Keamanan Ribuan WNI yang Berada diluar Negeri

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 27 Maret 2020 | 10:48 WIB
Nawacitapost-  Menlu, Retno Marsudi menjamin pemerintah akan melindungi seluruh warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya yang rentan terpapar virus corona. Hal itu disampaikan Retno dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube, pada Kamis (26/3) malam.

"Selain kita berusaha tangani COVID-19 di dalam negeri, pada saat yang sama kita juga melakukan perlindungan terhadap WNI di luar negeri terutama yang sedang melakukan perjalanan di luar negeri," ungkap Menlu perempuan pertama di Indonesia itu.

Dalam pemberian keterangan pers itu, Retno menyebut ada sekitar 1.600 WNI yang terdampak dari pandemi virus corona di seluruh dunia. Lalu, perlindungan macam apa yang akan diberikan oleh pemerintah?

Retno menyampaikan akibat dari pandemik virus corona, setiap negara tentu memiliki kebijakannya masing-masing. Sejauh ini, kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda itu, sudah ada 1.600 kasus WNI di luar negeri.

"Lebih dari 1.600 kasus yang dihadapi WNI macam-macam dan telah diberikan ke perwakilan kita di luar negeri. Selain isu di dalam negeri, kita berusaha tangani isu terkait WNI yang sedang bepergian di luar negeri," ujar Retno.

Baca Juga : PM Malaysia dan Kabinet Relakan Gaji dipotong Untuk Korban Terdampak Covid-19


Menurut Retno, kebijakan di luar negeri terkait virus corona memang telah berdampak kepada WNI di sana. Sehingga, pemerintah berusaha mengatasinya. Salah satunya banyak pemerintah negara asing yang sudah menutup penerbangan keluar dari negara tersebut atau menuju Indonesia.

"Dengan kebijakan atau measure yang diambil berbagai negara, baik dari penghentian sementara semua flight internationallockdown, kebijakan karantina, dan lain-lain yang dampaknya ada untuk WNI yang sedang bepergian di luar negeri," tutur dia.

Salah satu yang kini jadi fokus Pemerintah Indonesia, kata Retno, yakni WNI yang bekerja di kapal, baik itu kapal pesiar, penangkap ikan atau kapal tangker. Menurut Retno, perwakilan RI di luar negeri sudah berusaha mengatasi hal itu.

"Dari waktu ke waktu seluruh perwakilan kita terus memantau dan berikan bantuan, termasuk yang terbanyak adalah ABK. Karena WNI banyak yang bekerja di kapal yang pada saat ini dengan beberapa kasus positif di kapal akan berdampak," ucap dia.


 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini