Kamis, 4 Juni 2026

Bisnis itu bernama Primordial

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Rabu, 12 Februari 2020 | 10:02 WIB
Jakarta, NAWACITA - Ada bisnis yang tidak perlu anda bangun pabrik atau bangun jaringan franchise atau bangun Unicorn, untuk kaya raya. Cukup dengan menjadi bagian mesin primordial anda sudah bisa kaya raya. Mari kita perhatikan. Para patron itu, tidak perlu kerja. Uang akan mengalir dari mereka yang ingin mengakses kekuasaan melancarkan bisis rentenya, baik di pusat maupun di daerah. Contoh tata niaga ekspor dan impor itu mendatangkan fee tidak kecil kepada patron nasional. Siapa yang memberi fee ? ya pengusaha. Karena patron itu yang loby pemerintah, dan pemerintah demi politik primordial , tidak punya pilihan untuk menolak.

Setiap menjelang Pilkada, pasti patron panen uang. Semua partai mendekatinya dan memberinya uang. Kalau anda mau bangun bisnis di daerah dalam skala besar, kalau anda tidak sowan ke patron, jangan heran walau udah ada izin, itu tidak akan menjamin anda aman. Akan ada yang ganggu, dengan aksi demo. Banyak sekali alasannya. Yang jelas kalau anda tidak memberi uang kepada patron, kelar itu bisnis. Pemerintah? hanya diam saja. Karena kepala daerah juga engga mau head to head dengan patron. Mereka taku nanti pilkada bisa kalah. Cukup ? belum.
Baca Juga: Dianggap Virus, Pemerintah Putuskan Tidak Pulangkan eks ISIS

Ada lagi, patron juga menggalang dana dari client nya dengan alasan aksi atau mendirikan tempat ibadah atau kegiatan sosial keagamaan. Uang ini mengalir ke yayasan. Apakah ada yang berani audit tuh yayayasan? Ingat engga, uang aksi 212 di kirim ke Suriah membantu ISIS, padahal secara hukum yayasan itu milik negara dan BPK berhak audit. Tapi faktanya yayasan itu tumbuh tanpa tersentuh. Bahkan banyak yang berkembang turun temurun ke keluarga Patron. Ini uang tidak sedikit untuk kaya raya tanpa kerja keras. Cukup? belum.

Ada lagi, Para patron atau keluarganya, kadang jadi komisaris perusahaan yang butuh power politik agar usaha bisa berkembang. Dari sini mereka dapat lagi golden share dan gaji sebagai komisaris. Makanya jangan kaget bila patron bisa sekolahkan anaknya ke luar negeri dan punya rumah mewah dan kendaraan mewah. Walau mereka mengajarkan hidup sederhana namun prilaku mereka hedonis. Cukup? belum.

Ada lagi , mereka juga dapat uang dari iklan kalau jadi bintang iklan produk halal. Ada juga dapat uang celeb mengisi acara TV yang mendatangkan rating dan iklan bagi TV. Mereka juga dilibatkan oleh Youtuber untuk dapatkan uang dari google add. Ini semua uang yang tiada henti mengalir ke rekening mereka. Kalau ada riak politik, mereka akan kebagian uang memberikan opini di media massa agar menguntungkan partai tertentu. Atau ikut merestui demo, yang tentu dapat uang dari aksi tersebut. Hampir semua bisnis MLM yang fraud butuh endorsed dari Patron. Kalau MLM seperti First travel, investasi syariah dan lainnya masuk ranah pidana, tidak ada patron itu kena hukum. Padahal mereka dapat fee dari adanya MLM fraud itu.

Para patron itu lebih jagoan dan lebih untouchable dibandingkan birokrat, politisi sekalipun. Mereka kaya dan tentu tidak perlu bayar pajak secara real. Itu sebab , politisasi agama itu semakin hidup dalam sistem demokrasi. Karena itu memang bisnis yang mendatangkan uang dengan mudah. Itu bukan hanya pada islam, tetapi semua agama, sebagian besar partronnya sama aja kelakuannya. Kemaruk uang.

Erizeli JB (Pecinta Kebijaksanaan)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini