Namun, menurutnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak punya minat akan mimpinya itu karena masih mengedepankan kemakmuran.
"Saya juga sebagai jenderal sudah terpikir itu, pengin juga punya nuclear power. Tapi Presiden Joko Widodo masih berbicara masalah prosperity," kata Luhut di launching Agriculture War Room (AWR) di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Ia menceritakan hal ini dari pengalamannya ketika menghadiri World Economic Forum di Davis.
Baca Juga : Rapat Dengar Pendapat DPR RI Dengan Kementerian BUMN
"Begini, saya bilang kemarin di Davos dan saya lapor Presiden, saya bilang eh sebenarnya yang bikin negara dunia ini kacau ini siapa sih. Kan negara-negara yang punya nuclear power," ungkap Luhut.
Menurut Luhut, 90% dari keributan di dunia ini berasal dari negara-negara yang punya senjata nuklir.
"Kalau Anda simak anda 80% atau sampai 90% itu semua yang punya nuclear power yang bikin ribut. Nah kalian semua perhatikan itu," jelasnya.
Ia membahas hal itu ketika mendengar seorang Jenderal yang tak disebutkan namanya membahas nuklir hanya dengan India, China, dan Korea Utara. Sementara dengan Indonesia tidak.
"Saya trigger itu gara-gara ada seorang Jenderal bicara dengan India, bicara dengan China, dengan negara Korea Utara, kita nggak dianggap," imbuh Jenderap TNI Purnawirawan itu.
"Dalam hati saya sialan ini orang. Kalau saya bilang sama dia, eh jenderal, saya bilang jenderal saya juga lulusan sekolah di Amerika. You know what? Kami negara itu punya semua," katanya.