Jumat, 5 Juni 2026

DPP MUKI Serukan Dialog dan Ketenangan Sikapi Polemik Ceramah Jusuf Kalla

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Sabtu, 18 April 2026 | 11:34 WIB
Majelis Umat Kristen Indonesia (Foto: MUKI)
Majelis Umat Kristen Indonesia (Foto: MUKI)

NAWACITAPOST.COM — Dewan Pimpinan Pusat Majelis Umat Kristen Indonesia (DPP MUKI), sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang memiliki jaringan di 31 provinsi di Indonesia, menyampaikan pernyataan resmi terkait beredarnya potongan video ceramah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang disampaikan di Masjid UGM, DI Yogyakarta, pada 5 Maret 2026. Video tersebut memicu polemik nasional di kalangan umat Kristen dan Islam, dan pernyataan ini diterima redaksi pada Jumat, 17 April 2026.

DPP MUKI menyoroti isi potongan video yang menyebutkan bahwa “orang Islam dan orang Kristen yang saling membunuh akan mati sahid.” Pernyataan ini dinilai menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan umat Kristen. Dalam ajaran Kristen, sebagaimana diajarkan oleh Yesus Kristus, umat diajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengasihi sesama, termasuk musuh, serta mendoakan dan memberkati mereka.

Untuk menjaga ketenangan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama, DPP MUKI menyampaikan sejumlah sikap dan imbauan sebagai berikut:

Pertama, DPP MUKI meminta Kementerian Agama RI, khususnya Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta jajaran terkait, untuk segera mengambil langkah proaktif melalui dialog antara umat Kristen dan Islam guna mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu toleransi beragama. DPP MUKI mengingatkan pentingnya belajar dari konflik masa lalu seperti peristiwa Kerusuhan Situbondo 1995 dan Konflik Poso 1998–2002.

Kedua, DPP MUKI mengimbau para pimpinan Aras Gereja di Indonesia untuk menyampaikan pesan yang menenangkan kepada umat, agar suasana tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan di tengah berbagai respons publik, termasuk langkah somasi dari sejumlah organisasi masyarakat.

Ketiga, DPP MUKI berharap Jusuf Kalla bersedia membuka ruang dialog yang konstruktif dengan berbagai pihak, termasuk gereja dan organisasi Kristen. DPP MUKI sendiri telah mengirimkan surat permohonan silaturahmi pada 14 April 2026 sebagai bentuk upaya membangun komunikasi demi persatuan dan kedamaian bangsa.

Keempat, DPP MUKI menyatakan akan terus mendoakan Jusuf Kalla agar diberikan hikmat dan pengertian. Umat Kristen juga diingatkan untuk mengedepankan sikap mengampuni, bukan menghakimi, sesuai ajaran iman bahwa penghakiman adalah otoritas Tuhan.

Kelima, seluruh jajaran MUKI dan umat Kristen di Indonesia diajak untuk menyikapi persoalan ini dengan hati yang tenang, penuh hikmat, serta tetap menjaga kerukunan dengan semua umat beragama. DPP MUKI juga mengajak semua pihak mempercayakan penyelesaian persoalan ini kepada pihak terkait, termasuk Kementerian Agama.

Keenam, DPP MUKI menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan dialog antarumat beragama sebagai pendekatan utama dalam menyelesaikan perbedaan, guna menciptakan suasana yang damai dan sejuk di tengah masyarakat.

Ketujuh, berlandaskan prinsip “4K” (Kebenaran, Keadilan, Kesetaraan, dan Kasih), MUKI menyatakan komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam perjalanan menuju Indonesia Emas.

Melalui tujuh pernyataan sikap ini, DPP MUKI berharap seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah, tokoh agama, dan media massa, dapat merespons secara bijak demi menjaga persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Editor: Restu Zebua

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini