Kamis, 4 Juni 2026

Kivlan Zen mengaku Ingin dibunuh Oleh Sejumlah Tokoh

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Rabu, 15 Januari 2020 | 10:48 WIB
Jakarta, NAWACITA- Kivlan Zen mengaku ingin dibunuh oleh sejumlah tokoh, salah satunya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Pihak BIN menepis tuduhan Kivlan tersebut.

"Tidak benar tuduhan Kivlan Zen bahwa Kepala BIN Budi Gunawan bersama sejumlah nama seperti Wiranto, Luhut maupun Gories Mere ingin membunuh Kivlan Zen sebagaimana eksepsi yang disebutkan oleh Kivlan di persidangan," kata Direktur Komunikasi dan Informasi BIN Wawan Purwanto, Selasa (14/1/2019).

Wawan mengimbau untuk menjauhi cara-cara di luar jalur hukum dalam menyelesaikan masalah. Dia menegaskan Indonesia merupakan negara hukum.

"Negara kita adalah negara hukum jadi mengedepankan proses hukum dalam penyelesaian masalah. Kita jauhi cara-cara ekstra yudisial di luar koridor hukum dalam penyelesaian masalah. Persidangannya pun dilakukan secara terbuka untuk umum dan tidak ada yang ditutup-tutupi, semua berlangsung secara fair," ujarnya.

Kivlan Zen sebelumnya menepis sebagai dalang pelaku makar aksi 21-22 Mei 2019. Dia membantah telah menetapkan 4 pejabat negara sebagai target pembunuhan.

"Terlihat dari dakwaan penuntut umum tidak menggambarkan kejahatan yang telah beredar di masyarakat mengenai saya tentang 3 hal yaitu dalang atau terlibat sebagai pelaku makar 21-22 Mei 2019, menetapkan target pembunuhan 4 pejabat negara yaitu Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere, serta direktur lembaga survei Yunarto Wijaya, memiliki pendanaan untuk makar 21-22 Mei 2019, dan juga sebagai rencana tumbal kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang telah menewaskan setidaknya 9 orang, serta ditariknya perkara senjata ilegal atau dari luar negeri," ujar Kivlan membacakan surat eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga : Kemenkau Hentikan Penyaluran Dana ke 56 Desa di Konawe

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini