Jakarta, NAWACITA- Ketua Umum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih meminta pemerintah tidak terus-menerus mengumbar janji.
Misalnya, janji pemerintah untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap honorer K2 yang gagal lulus tes CPNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Titi juga menyinggung permintaan pemerintah agar honorer K2 yang lulus PPPK tahap pertama bersabar karena sampai saat ini belum ada pemberkasan.Saat ini juga sudah muncul rencana membuka rekrutmen PPPK tahap kedua.
"Sudah bosan dengarjanji-janji pemerintah. Kembali PHP (pemberi harapan palsu). Tahap pertama saja masih bermasalah, kok, masih koar-koar untuk buka tahap kedua," ujar Titi , Jumat (26/7)
Dia mengimbau para pemimpin di Indonesia untuk bertobat dan tidak berbuat zalim terhadap honorer K2 yang menua karena mengabdi.
"Sadarlah wahai pemimpin negeri ini. Kami manusia yang wajib kalian perlakukan sebagaimana layaknya manusia. Kami ini para pengabdi bangsa yang harus kalian hargai,” ujar Titi.
Titi menambahkan, honorer K2 tidak tahu harus bersabar sampai kapan menghadapi kebijakan para pemimpin di Indonesia.