Jakarta, NAWACITA- Hari Minggu mendatang adalah hari bersejarah bagi kelahiran Kabupaten Nias Selatan secara adminsitratif. Status otonom Kabupaten Nias Selatan diperoleh pada 25 Februari 2003 dan diresmikan pada 28 Juli 2003.
Wilayah Kabupaten Nias Selatan terdiri dari 104 gugusan pulau. Letak pulau- pulau itu memanjang sejajar Pulau Sumatra. Panjang pulau-pulau itu lebih kurang 60 kilometer, lebar 40 kilometer.
Dari seluruh gugusan pulau itu, ada empat pulau besar, yakni Pulau Tanah Bala (39,67 km²), Pulau Tanah Masa (32,16 km²), Pulau Tello (18 km²), dan Pulau Pini (24,36 km²).
Masyarakat Nias Selatan tersebar di 21 pulau dalam 35 Kecamatan, 2 Kelurahan dan 459 Desa. Berdasarkan data BPS tahun 2015, jumlah penduduk Kabupaten Nias Selatan sebanyak 257.757 jiwa.
Kabupaten Nias Selatan sangat terkenal dengan potensi pariwisatanya yang sudah mendunia. Budaya dan potensi alamnya mengundang siapapun untuk menyaksikannya. Atraksi Lompat Batu, Tari Perang, Rumah Adat dan Ombak Pantai Lagundri dan Sorake disebut sebagai ombak terbaik kedua di dunia, dan inilah yang kerap menjadi incaran surfer dunia.
Pembangunan kepariwisataan sangat ditentukan oleh kesiapan dan dukungan masyarakat di tempat obyek pariwisata. Jika masyarakat ingin dan sadar akan potensi pariwisata sebagai cara terbaik memajukan ekonomi maka semua harus peduli. Sebab jika hanya pemerintah atau organisasi saja yang bergerak bisa dipastikan target yang diharapkan gagal tercapai
Selama kurang lebih 5 tahun kepemimpinan Dr. Hilarius Duha sebagai Bupati Nias Selatan, geliat dan perkembangan kepariwisataan sudah menemukan bentuknya. Beliau sadar bahwa kemajuan sebuah daerah sangat tergantung pada lancar tidaknya akses menuju lokasi yang dimaksud.
Maka selama kepemimpinan beliau, animo wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang ke Nias Selatan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Antara tahun 2014-2018, sekitar 200.680 Orang (184.857 Wisatawan Lokal dan 15.823 Wisatawan mancanegara) mengunjungi tempat-tempat Wisata yang ada di Wilayah Kabupaten Nias Selatan.
-
Kesinambungan kuantitas pengunjung ini terjadi setiap tahunnya. Menurut Hilarius Duha, hal ini terjadi karena ada komitmen bersama antara Pemerintah dan Masyarakat dalam menyukseskan event-event promosi pariwisata Nias Selatan kepada dunia internasional.
Setidaknya ada 5 event skala Nasional dalam rangka promosi pariwisata Nias Selatan, yakni: Nias Selatan Opening Surfing Champhionship 2017; Malam Pesona Nias Selatan dua kali berturut-turut di PRSU Sumut; Kejuaraan Surfing Internasional WSL Nias Pro 2018 QS 1000; Yaahowu Nias Festival 2018 dan Nias Yacht Rally 2019.
Dari seluruh rangkaian kegiatan promosi pariwisata Nias Selatan, event yang paling bergengsi dan berskala internasional serta melibatkan semua pihak, baik dari pusat maupun daerah adalah Perayaan SAIL NIAS 2019 yang acara puncaknya akan dilaksanakan pada 14 September 2019 mendatang, di Pelabuhan Baru, Teluk Dalam-Nias Selatan.
Sail Nias 2019 memiliki tagline “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia”.
-