NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota Surabaya memperketat pengawasan pelaksanaan pasar murah selama Ramadan.
Politisi yang akrab disapa Buleks itu mengingatkan, program pasar murah rawan tidak tepat sasaran jika pengawasan di lapangan lemah.
Menurutnya, pasar murah merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang Lebaran.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, DPRD Surabaya Desak Pemkot Turun ke Pasar dan Perketat Pengawasan
“Jangan sampai tidak merata. Kebutuhan pokok itu yang paling utama dan harus tepat sasaran. Ini butuh pengawasan ketat,” tegas Buleks kepada awak media, Rabu (4/3/2026).
Ia juga menyoroti potensi antrean ganda dalam distribusi sembako. Menurutnya, panitia harus memastikan pembeli benar-benar sesuai kriteria penerima manfaat.
“Kadang satu orang bisa mengantre lebih dari sekali atau menyuruh orang lain membeli lagi. Jangan sampai yang penting stok habis, tetapi tidak dikontrol siapa yang membeli,” jelasnya.
Baca Juga: Ingatkan Pemkot, DPRD Surabaya: Harmonisasi Politik Bukan Alasan Pengawasan Melemah
Buleks juga mengkritisi jika komoditas yang dijual justru berlabel premium dengan harga relatif tinggi. Kondisi itu berpotensi menarik pembeli dari kalangan mampu.
“Kalau berasnya premium dan mahal, itu bukan pasar murah. Nanti orang mampu ikut membeli karena lebih murah dari pasaran. Akhirnya tidak tepat sasaran,” paparnya.
Selain pengawasan saat pelaksanaan, ia juga meminta Pemkot memperkuat kontrol harga setelah Lebaran.
Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya ini, stabilitas harga perlu dijaga dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, bagian perekonomian, hingga BUMD.
Buleks juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap takaran dan kualitas produk yang dijual.
“Walaupun selisihnya kecil, tetap harus diawasi. Jangan sampai kualitas barang sudah lama atau tidak layak konsumsi,” katanya.