Jakarta, NAWACITA- Pemprov DKI menyikapi serius soal isu udara ibu kota yang semakin terkontaminasi berdasarkan pantauan situs Air Visual yang menjadi sorotan publik belakangan ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk penambahan alat ukur kualitas udara.
Ia mengungkapkan, anggaran miliaran Rupiah untuk keperluan ini. Adapun saat ini, lanjutnya, Pemprov DKI telah memiliki 8 alat ukur kualitas udara.
"Kalau yang sekarang ini sekitar Rp 5 M. Tepatnya nanti tanya yang di lab. Jadi ada 6 parameter (alat yang dimiliki) ada PM 10, PM 2,5, SO2 kemudian NO, CO, Ozon," jelas Andono di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).
Ia mengharapkan dengan semakin banyaknya alat ukur udara di DKI Jakarta, kualitas udara akan terpantau. Sehingga, jika terpantau kualitas buruk terjadi di ibu kota bisa langsung ditangani.
"Dari situ akan tahu pemetaannya, hotspot-hotspotnya ada di mana. Jadi, bukan hanya satu (wilayah) yang (kualitas udaranya) disebut jelek,” pungkasnya.