NAWACITAPOST.COM - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh melaksanakan salah satu kegiatan dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, yakni pemberdayaan klien pemasyarakatan melalui budidaya hidroponik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian klien sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Rabu, 21 Januari 2026.
Program budidaya hidroponik difokuskan pada pemberian pelatihan teknis kepada klien yang sedang menjalani masa bimbingan reintegrasi. Mereka dibekali keterampilan menanam sayuran dengan metode hidroponik, mulai dari persiapan alat, media tanam, hingga perawatan dan panen. Hasil tanaman diharapkan tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki nilai jual di masyarakat.
Baca Juga: Lapas Gunungsitoli Perkuat Sinergi dengan Pengadilan Negeri Gunungsitoli
Pada hari ini klien melakukan pemindahan bibit yang telah berkecambah ke media yang lebih besar yaitu sistem hidroponik. Pembimbing Kemasyarakatan atas nama Karya mengatakan bahwa setelah dipindah ke media hidroponik, tanaman harus tetap dialiri air dan menjaga kelembapan agar tidak terserang penyakit dan hama.
Tampak klien begitu antusias dengan pelatihan bimbingan Kemandirian tersebut, karena bisa berguna juga untuk penghasilan sampingan atau dijadikan sebagai hobi agar tidak melakukan pidana lagi. Di akhir pertemuan, Kepala Bapas Kelas II Muara Teweh, M. Ading Saidhy, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian berbasis potensi lokal.
“Pemberdayaan klien melalui budidaya hidroponik sejalan dengan misi kami untuk menciptakan warga binaan yang produktif dan mandiri. Ini bukan hanya soal keterampilan, tapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.
Baca Juga: Lapas Padangsidimpuan Gencar Laksanakan Pemberantasan Buta Huruf, Libatkan Peserta Magang Batch II
Melalui program ini, Bapas Muara Teweh tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam membekali klien dengan kemampuan yang aplikatif dan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan agar semakin banyak klien yang mendapatkan manfaat dan siap berdaya di tengah masyarakat.
(Humas Bapas Muara Teweh)