Kamis, 4 Juni 2026

Megawati Putuskan PDIP Oposisi, Prabowo-Gibran Tanpa Dukungan Partai Besar

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 20 Februari 2024 | 10:40 WIB
Prabowo sampaikan ucapan ulang tahun pada Megawati.  (Instagram)
Prabowo sampaikan ucapan ulang tahun pada Megawati. (Instagram)

NAWACITAPOST.COM - Pengamat politik Ujang Komaruddin meramalkan bahwa pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, akan memenangkan Pilpres 2024. Menurut Ujang, banyak partai politik (parpol) kemungkinan akan beralih mendukung kubu pemerintah.

Menurut Ujang, sejumlah parpol yang sebelumnya tidak mendukung Prabowo-Gibran kemungkinan besar akan merapat ke kubu tersebut. Contohnya adalah NasDem, yang baru-baru ini mengadakan pertemuan antara Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, dengan Presiden Joko Widodo di Istana, Minggu (18/2/2024).

Ujang berpendapat bahwa pertemuan ini adalah bagian dari upaya Prabowo untuk merangkul parpol-parpol pendukung lawan.

Baca Juga: Anies Baswedan: Gerakan Perubahan Akan Terus Berjalan, Apapun Hasil Pilpres 2024

Selain NasDem, PKB juga diyakini akan mendukung pemerintah karena selama beberapa periode terakhir, PKB tidak pernah menjadi partai oposisi. Ujang menyebut bahwa PKB memiliki "DNA pemerintahan" dan "DNA kekuasaan".

PKS juga disebut-sebut memiliki kemungkinan untuk merapat ke kubu Prabowo-Gibran karena sejarah kedekatannya dengan Prabowo. Meskipun saat ini PKS tidak mendukung Prabowo, Ujang meyakini bahwa PKS bisa saja bergabung dengan Prabowo di masa mendatang.

Namun, Ujang melihat bahwa PDIP kemungkinan besar akan tetap berada di oposisi. Hal ini disebabkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang dianggap enggan untuk bergabung dengan Prabowo.

Baca Juga: Silent Operation: Tim Ganjar-Mahfud Gali Indikasi Kecurangan Pemilu 2024

Menurut Ujang, PDIP lebih memilih untuk menjadi partai oposisi daripada bergabung dengan pemerintah. Keputusan ini menandai bahwa Prabowo-Gibran akan berjuang memimpin negara ini tanpa dukungan dari salah satu partai politik terbesar di Indonesia, yakni PDIP.

Sebagaimana diketahui, PDIP memiliki basis massa yang kuat dan telah menjadi kekuatan politik utama. Di sisi lain, berdasarkan hasil perhitungan sementara hasil pemilihan legislatif (pileg), PDIP berhasil menguasai parlemen.

Berdasarkan data hasil real count pileg Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Selasa (20/2/2024) pukul 09.00 WIB, progres suara masuk mencapai 58.01%%. Persentase ini merupakan hasil 477.523 dari 823.236 tempat pemungutan suara (TPS) di 38 provinsi.

Baca Juga: Fashion Item Must Have, 6 Gaya Styling Kemeja Putih yang Patut Dicoba!

Ada tiga partai politik yang tampak menonjol, yakni PDIP, Partai Golkar dan Partai Golkar. PDIP unggul dengan meraik 16,91 persen, disusul Partai Golkar 14,93 persen, dan Partai Gerindra 13,33 persen.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini