Minggu, 19 Juli 2026

Jenguk Ani SBY, Sinta Nuriyah, Mahfud MD dan Dahlan Iskan Beri Semangaat Kesembuhan

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Jumat, 3 Mei 2019 | 14:47 WIB
Singapura NAWACITA - Sejumlah tokoh politik menjenguk Ibu Ani Yudhoyono isteri presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini masih dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura. Mereka yang hadir pada Jum’at (3/5) hari ini adalah Mahfud MD, Sinta Nuriyah dan Allisa Wahid, Dahlan Iskan, serta para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan.

Diketahui, Ani dirawat di NUH sejak 2 Februari 2019, atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Dari keterangan tertulis yang diterima dari staf Pribadi Presiden RI Ke-6, nampak rombongan diterima hangat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi oleh Amir Syamsuddin dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Bagi Ibu Sinta Nuriyah dan Dahlan Iskan, ini merupakan kunjungan keduanya menjenguk Ibu Ani.

Kepada mereka SBY menyampaikan perkembangan kondisi kesehatan dan pengobatan istrinya. Ibu Sinta Nuriyah serta para tokoh yang hadir menyampaikan bahwa kunjungan mereka untuk memberikan semangat dan doa yang tulus bagi kesembuhan Ibu Ani.

"Untuk memberi semangat dan doa yang tulus bagi kesembuhan Ibu Ani," ungkap istri almarhum Presiden Gus Dur ini.

Dikesempatan itu, para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan juga meminta agar SBY tetap berkontribusi bagi bangsa dan negara, termasuk dalam menyejukkan suhu politik yang cenderung meningkat saat ini.

Sementara itu, SBY menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan yang tulus tersebut. Terkait dengan situasi nasional saat ini, SBY mengingatkan bahwa bangsa yang majemuk dan beragam pastilah akan beragam pula kepentingan dan keinginannya.

Untuk itu, perlu dibuka ruang komunikasi dan dialog. Jika terjadi perbedaan yang fundamental, menurut SBY, maka dialog dan pertemuan tentunya dapat menghadirkan solusi yang baik bagi bangsa dan negara.

"SBY mendukung penuh segala prakarsa dan inisiatif untuk membuat Indonesia lebih baik," demikian isi keterangan tertulis.

Jika terjadi perbedaan yang fundamental, maka dialog dan pertemuan tentunya dapat menghadirkan solusi yang baik bagi bangsa dan negara. Kunjungan tersebut berakhir pada Pkl. 12.00 waktu Singapura.

 

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini