Kamis, 16 Juli 2026

Open Turnamen Aliaga Cup Gol Fikri FC Ke Gawang RHS Boss Diduga Panitia Dan Lesmen Intervensi Hingga Rusuh Dalam Lapangan Bawa Kayu

Photo Author
Fahrin Waruwu, Nawacita Post
- Minggu, 9 November 2025 | 12:55 WIB
Foto Open Turnamen Aliaga Cup Gol Fikri FC Ke Gawang RHS Boss Diduga Intervensi Panitia Dan Lesmen Hingga Rusuh Dalam Lapangan Bawa Kayu (NAWACITAPOST COM)
Foto Open Turnamen Aliaga Cup Gol Fikri FC Ke Gawang RHS Boss Diduga Intervensi Panitia Dan Lesmen Hingga Rusuh Dalam Lapangan Bawa Kayu (NAWACITAPOST COM)
NAWACITAPOST.COM  - Panitia Pelaksana Open Turnamen Aliaga Cup I 2025, Desa Aliaga, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara berdiskusi profesional mereka dalam memimpin mengambil kebijakan keputusan bila ada protes masalah gol bola dari pemain pada open turnamen bola kaki sesuai peraturan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
 
Hal ini sesuai peristiwa pada Open Turnamen Aliaga Cup I 2025, Di Lapangan Bola Kaki Desa Aliaga, Jum'at (7/11/2025) sore, wasit dan hakim garis atau Penjaga Lesmen serta panitia diduga Arogan, berat sebelah atau memihak pada keputusan bola gol terakhir pada pertandingan perebutan tiket menuju semi final antara Klub Fikri FC VS RHS Boss
 
Pada laga tersebut Wasit Tengah dipimpin oleh Rizki Hamdani Daulay, Wasit Lesmen Kesebelasan Fikri FC, Raja jh Hasbuan dan kesebelasan RHS Bos wasit lesmennya Rizki efendi Nasution.
 
 
Menurut para pemain Fikri FC, dari awal Kedua Klub bermain saling menyerang hingga babak pertama usai waktu 2 X 40 menit, skor 0-0. Setelah waktu istrahat dilanjutkan pada babak ke dua, jelang beberapa menit Fikri FC berhasil menghasilkan 1 gol, namun tidak lama kemudian RHS Boss juga membalas 1 gol, dengan skor 1-1.
 
Foto Saat Tendangan Sudut Fikri FC Bola Lepas Dari Tangan Wasit Bola Gol Di Gawang RHS Boss Open Turnamen Aliaga Cup I 2025 (NAWACITAPOST COM)
"Permainan kedua klub semakin bersemangat, saling adu skil dalam permainan, sehingga bola berat ke RHS Boss, sehingga Fikri FC mendapatkan tendangan pojok sebanyak 3 kali," kata Manajer Fikri FC H. Tamrin Lubis didampingi Kapten Burek nomor punggung 16 kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025) melalui telepon.
 
Lanjut Tamrin Lubis, pada tendangan pojok yang terakhir tendangan bola sudut dari Rendi nomor punggung baju 12 pemain Fikri FC, bola mengarah ke gawang yang dijaga kiper dari RHS Boss, saat itu bola yang di tangkap koper nomor punggung 21 itu lepas dari tangan, bola masuk ke dalam gawang melewati garis gawang Kemudian kiper menangkap bolanya kembali. Dilapangan terdengar pluit dari Wasit Rizki Hamdani Daulay mengarahkan tangannya bola ditengah lapangan dan dikatakannya gol, gol.
 
 
Namun apa yang disampaikan wasit Tengah lapangan Rizki Hamdani Daulay sambungnya, di protes oleh penjaga lesmen Rizki efendi Nasution, dianulir nya gol tersebut menurut nya tidak sah, dengan berbagai dalilnya, sehingga dalam lapangan terjadi terjadi dan sehingga mulai ada penjepit, Penonton masuk lapangan sampai ditegur oleh pihak kepolisian dan TNI yang ikut mengamankan turnamen tersebut.
 
“Saat itu kami melihat ada penonton yang mau memukul dan ada juga panitia pelaksana turnamen terbuka, bukan nya mau mengamankan suasana, namun mereka dinilai emosional ada yang bawa kayu, mereka minta untuk pertandingan dilanjutkan adu tendangan Finaltik. Karena sudah mulai tidak nyaman lagi kalau pun dilanjutkan, kami dari Fikir FC yang bertahan gol tersebut sah, hingga kami tidak mau pertandingan dilanjutkan sebelum dibicarakan oleh PSSI Kabupaten Padang Lawas,” tegas para pemain Fikri FC.
 
H. Tamrin Lubis Manajer Klub Fkri FC Desa Tingkok, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu mengatakan, tidak puas dengan keputusan panitia, wasit dan hakim garis saat mereka Klub Fkri FC melawan Bos RHS tersebut, atas gol dari pemain mereka dan hal ini surati Ketua PSSI/Asosiasi PSSI Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.
 
Adapun poin-poin ketidakprofesionalan yang kami duga adalah sebagai berikut:
 
1. Diduga Panitia tidak profesional, Diduga Arogan, tidak menerima penyampain atas gol dari pemain Club Fkri FC nomor punggung 12 bernama Rendi berdasarkan bola tersebut sudah gol melewati garis gawang yang lepas dari tangan kiper RHS Boss sesuai Vidio yang sudah tersebar di media sosial.
 
2. Diduga Hakim garis atau Penjaga Lesmen Kesebelasan RHS Boss bernama Rizki efendi Nasution diduga memihak atau berat sebelah dalam memberikan keterangan nya kepada Wasit, berdasarkan rekaman video bola tersebut lepas dari tangan kiper hingga sudah melawati garis gawang.
 
“Tembusan Surat kami ini sampai kapada bapak Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara, Ketua PSSI/Asosiasi PSSI Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Camat Sosa, Kepala Desa Aliaga, Ketua Panitia Pelaksana Open Turnamen Aliaga Cup I 2025,” jelas Tamrin Lubis kepada, Sabtu (8/11/2025).
 
Selanjutnya, Panitia profesional Open Turnamen Aliaga Cup I 2025, Kabupaten Padang Lawas berdiskusi dengan Club Fikri FC, Desa Tingkok, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Diduga Wasit dan Hakim Garis Berat Sebelah. Katanya Tidak. Di rekaman video sudah gol, bola sudah melewati mistar atau garis gawang.
 
Namun penyelenggaraan open turnamen bola kaki nya harus adil dan jujur, Wasit, Hakim garis atau Jaga Lesmen harus profesional tidak interfensi dari Panitia. Tidak boleh memihak ke klub bila kaki. Harus jeli dan profesional. Tidak asal memberikan keputusan yang merugikan klub yang sedang bertanding dilapangan, tegas Manager Club Fkri FC.

Editor: Fahrin Waruwu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini