NAWACITAPOST.COM - Di tengah berbagai tantangan geografis dan keterbatasan ekonomi, sejumlah Klien Pemasyarakatan (Klien Pas) di bawah bimbingan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Muara Teweh, menunjukkan komitmen yang luar biasa untuk menjalani program re-integrasi sosial.
Mereka tetap gigih melaksanakan kewajiban lapor dan bimbingan rutin, meskipun harus menempuh jarak yang sangat jauh dan melintasi medan yang sulit. Senin, 03 November 2025.
Bagi banyak Klien Pemasyarakatan yang tinggal di daerah terpencil atau pelosok, kewajiban lapor bulanan ke kantor Bapas bukanlah hal yang mudah. Jarak antara rumah mereka dan kantor Bapas seringkali mencapai puluhan, bahkan ratusan kilometer, dengan akses jalan yang minim.
Baca Juga: Jalin Silaturahmi, Rutan Humbahas Terima Kunjungan Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan
"Banyak Klien kita yang harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar dan menghabiskan waktu berjam-jam, terkadang harus naik turun angkutan umum atau bahkan jalan kaki karena kondisi jalan yang belum memadai. Ini adalah bentuk pengorbanan dan komitmen yang patut kita apresiasi," ujar Feryl (PK Bapas).
Namun, kesulitan ini tidak menyurutkan tekad para Klien Pas. Mereka menyadari betul bahwa wajib lapor merupakan syarat mutlak dalam menjalani program reintegrasi. Ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas dapat berujung pada pencabutan program dan pengembalian mereka ke Lapas atau Rutan.
Menanggapi tantangan ini, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Bapas Muara Teweh mengambil langkah proaktif. Selain memaksimalkan layanan lapor secara daring (online) bagi Klien yang memiliki keterbatasan alat komunikasi, para PK juga berupaya menjadwalkan pembimbingan di titik-titik yang lebih mudah dijangkau (seperti di Kantor Desa atau Kantor Polsek terdekat) atau melakukan kunjungan rumah (home visit) secara intensif ke daerah pelosok, sesuai dengan protokol dan kondisi yang memungkinkan.
Baca Juga: Lapas Amuntai dan BNN HSU Laksanakan Program Rehabilitasi bagi Warga Binaan Kasus Narkoba
"Kami selalu berupaya memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi esensi dari pengawasan dan pembimbingan. Ketika Klien dengan iktikad baik datang dari jauh, kami harus memastikan waktu yang mereka korbankan berharga. Pembimbingan yang humanis dan terarah sangat penting," tambah Doni (PK Bapas)
Kegigihan para Klien Pemasyarakatan ini menjadi indikator positif keberhasilan program reintegrasi sosial. Dengan disiplin melaksanakan kewajiban lapor dan mengikuti bimbingan, mereka menunjukkan kesiapan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab, membuktikan bahwa jarak dan medan yang sulit bukanlah halangan untuk berubah menjadi lebih baik.
(Humas Bapas Muara Teweh)