Jumat, 5 Juni 2026

Kemenkominfo: 175 Konten Hoaks Teridentifikasi Selama Januari 2019, Ini Diantaranya

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 6 Februari 2019 | 21:12 WIB
Jakarta NAWACITA – Selama Januari 2019, sebanyak 175 konten hoaks atau berita bohong menyebar di internet dan media sosial.
Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran persnya meyebutkan, dari sebanyak 175 konten hoaks tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengidentifikasi, jumlah konten hoaks terbanyak ditemukan pada tanggal 22 Januari 2019 yakni sebanyak 11 konten.

Ferdinand mengatakan, hasil pemantuan konten internet dan media sosial yang dilakukan oleh Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, rata-rata sehari menemukan 4 sampai 6 konten hoaks dari beragam isu.

“Selama Januari 2019, jumlah isu hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan Pemilihan Umum ditemukan sebanyak 81 konten. Salah satu yang berdampak mendapatkan perhatian publik adalah hoaks Temuan 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos di Tanjung Priok, Isu PKI, Ijazah, sampai berkaitan dengan Simbol Jari,” ungkap Ferdinandus, Selasa (5/2).

Sementara untuk hoaks atau disinformasi yang berkaitan dengan peristiwa, lanjut dia, sebanyak 22 konten.
Ferdinand mencontohkan, antara lain hoaks yang berkaitan dengan Aksi Bunuh Diri di Sukorajo, Video Orang Yang Telah dimakamkan Selama 4 Hari Kembali Hidup, atau Pakai OVO Bayar Pendidikan Dapat Cashback 60%.

“Isu pemerintahan, dijelaskannya, 13 konten telah teridentifikasi. Beberapa diantaranya hoaks mengenai Kemenag Memberi Lampu Hijau pada LGBT, Pengangkatan Honor K2 Jadi PNS, hingga RAzia STNK dan Lowongan Kerja di Rumah Sakit.

Mengenai isu agama juga ditemukan 9 konten, misalmya yang berkaitan dengan Muslim Ughyur, Larangan Shalat Jumat di Perusahaan Cina, atau yang menarik perhatian publik berkaitan dengan ceramah Kyai Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat NU.

Adapun isu yang berkaitan dengan bencana, makanan dan tokoh ditemukenali masing-masing sebanyak 8 konten. Soal bencana misalnya berkaitan dengan angin kencang di Ancol, Potensi Gempa 8 SR, Banjir Katulampa sampai Gempa Susulan di Jawa Barat.

Hoaks yang berkaitan dengan makanan yang dapat diidentifikasi antara lain soal garam yang tidak boleh dimasak, lintah di kangkung, mie instan penyebab kanker sampai es krim yang mengandung lemak babi.

Untuk tokoh yang dikaitkan dengan paling banyak dimunculkan dalam konten hoaks, menurut Ferdinandus, antara lain Presiden Joko Widodo, Ahok, dan Ustadz Arifin Ilham.

Mengenai keamanan dan teknologi masing-masing 4 konten. Selebihnya berkaitan dengan kecelakaan (3 konten) dan lingkungan (1 konten).

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini