Sikap kenegarawan dan sebagai Ibu Demokrasi itu semakin terlihat dan nyata saat Pilpres 2024 ini.
Baca Juga: Fun Saturday: Ngejam Bareng Kalapas Samarinda Hudi Ismono dan WBP Lapas Samarinda
Di mana ketika Mega punya kesempatan, baik memajukan dirinya sendiri menjadi capres, atau memajukan Puan Maharani , putri mahkotanya menajdi capres.
Ibu Mega begitu disapa tidak menggunakan kekuasaannya itu langsung menunjuk Puan Maharani, tetapi dengan memberi ruang yang sama untuk mendengar aspirasi masyarakat.
Di mana masing-masing kadernya bergerak mencari simpati dan dukungan masyarakat, apakah Puan layak untuk didukung menjadi calon presiden RI.
Baca Juga: Fun Saturday: Ngejam Bareng Kalapas Samarinda Hudi Ismono dan WBP Lapas Samarinda
Maka, kalau pada tahun 2020 hingga 2023 bertebaran baliho-baliho raksasa, yang mengiklankan Puan Maharani dengan kepak kebhinekaannya, ini menjadi salah satu upaya untuk meraih simpati rakyat dan memperoleh dukungan.
Sekalipun sekali lagi ibu Mega dengan segala wewenangnya langsung bisa menetapkan Puan sebagai capres. Namun, itu tidak dilakukan, tetapi membiarkan putrinya mencari dukungan dan mendapatkan dukungan secara alami.
Ternyata seiring waktu Puan tidak mendapat dukungan yang signifikan dari masyarakat, padahal jika merujuk prestasi Puan tidak perlu diragukan lagi.
Baca Juga: Harga Beras di Jombang Naik, Perkilogram Tembus Hingga Empat Belas Ribu Rupiah
Puan peraih suara terbanyak di dapilnya dari Jawa Tengah, yang membawanya menjadi anggota DPR RI, kemudian pernah menjadi menteri di kabinet lalu, hingga saat ini menjadi ketua DPR RI. Laju prestasinya diraih dengan berjuang, dan tidak serta merta ongkang-ongkang kaki karena posisi anak petinggi The Ruling Party.
Sekalipun demikian prestasi Puan nyatanya tidak cukup menarik dukungan masyarakat, justru disaat yang bersamaan nama Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah yang mendapat dukungan masyarakat.
Gayung bersambut, konsisten dengan aspirasi masyarakat, Mega menetapkannya sebagai calon presiden 2024 berpasangan dengan Mahfud MD.
Baca Juga: PT Alam Sutera Realty Tbk: Merawat Warisan Budaya Melalui Pengembangan Kawasan GWK di Bali
Mega, diantara SBY, Prabowo dan Jokowi
Artikel Terkait
Mendekati Pelaksanaan Pemilu, Rutan Samarinda Kembali Lakukan Koordinasi Bersama KPU
Fun Saturday: Ngejam Bareng Kalapas Samarinda Hudi Ismono dan WBP Lapas Samarinda
Keluarga WBP Rutan Samarinda Lakukan Pendaftaran Secara Online
Kalapas Samarinda Terima Kunjungan Kejari Samarinda
Mengenal Kampung Adat Ruteng Pu'u: Jejak Ganjar Pranowo di Manggarai, NTT