Minggu, 19 Juli 2026

Megawati Soekarnoputri Ibu Demokrasi dan Negarawan

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 27 Januari 2024 | 18:09 WIB
Menjemput Ibu Megawati Soekarnoputri dalam Rangka Juri Zayed Award for Human Fraternity di Roma. (Yasonna Laoly)
Menjemput Ibu Megawati Soekarnoputri dalam Rangka Juri Zayed Award for Human Fraternity di Roma. (Yasonna Laoly)

NAWACITAPOST.COM - Diusianya yang ke 77 tahun ini, patutlah disyukuri kalau masih diberikan kesehatan dan juga kekuatan untuk menjaga negeri tercinta.

Megawati Soekarnoputri, putri presiden pertama Ir Soekarno menapaki karir politiknya era Orde Baru, lalu kemudian mendirikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tahun 1993 dan terpilih menjadi ketua umum.

PDI Perjuangan menjadi partai yang mengalami proses panjang yang penuh dinamika, karena harus menghadapi tekanan orde baru di bawah presiden Soeharto.

Baca Juga: Mengenal Kampung Adat Ruteng Pu'u: Jejak Ganjar Pranowo di Manggarai, NTT

Tetapi, lewat PDIP inilah, Megawati terpilih menjadi presiden ke-5 RI melalui pemilihan MPR RI.

Lalu, di tangan Megawati kala menjadi presiden inilah, demokrasi langsung pertama kali dilaksanakan di mana presiden dan wakil presiden dipilih rakyat.

Sekalipun secara manusia peristiwa itu sangat tidak mengenakan karena melalui demokrasi langsung itulah dirinya harus tersingkir melawan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Baca Juga: Kalapas Samarinda Terima Kunjungan Kejari Samarinda

Namun, demikian sebagai pejuang demokrasi, Mega legowo dan konsisten menjadi partai penyeimbang yang tidak masuk dalam pemerintahan era SBY selama dua periode.

Menarik untuk mencermati perjalanan ibu kelahiran 1947 ini, dimana saat dilangsungkan Kongres PDIP ke-X di Bali diberikan kewenangan khusus menentukan Calon Presiden (Capres) 2014. Tentu kesempatan ini terbuka jika dirinya maju menjadi Capres 2014.

Namun, kesempatan dan peluang itu ternyata tidak diambilnya, justru Mega mendengar aspirasi masyarakat bahwa ada sosok yang dikenal dengan kesederhanaannya, bisa menjadi pemimpin Indonesia yakni wali kota Solo, Joko Widodo (Jokowi), yang kemudian naik menjabat menjadi gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: Keluarga WBP Rutan Samarinda Lakukan Pendaftaran Secara Online

Terhadap sikap Mega ini memang ada yang menilai bahwa dia memeilih Jokowi, karena dirinya sadar kalaupun mau menjadi capres dia tidak akan terpilih, maka Jokowi-lah yang dicalonkan.

Namun terlepas dari hitung-hitungan apapun, justru disinilah sifat kenegarawanan dan sebagai ibu Demokrasi itu muncul dan nampak.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini