Kamis, 4 Juni 2026

Munas Perdana IKaTNus di Jakarta Satukan Diaspora Toraja, Dorong Pariwisata dan Perkuat Ekonomi Daerah

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 21:39 WIB
Tiga Kepala Daerah yang hadir hadir, yakni Bupati Tanah Toraja Zadrak Tombeg, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, dan Bupati Mamasa Walem Sambolangit (Istimewa)
Tiga Kepala Daerah yang hadir hadir, yakni Bupati Tanah Toraja Zadrak Tombeg, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, dan Bupati Mamasa Walem Sambolangit (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Suasana kekeluargaan dan semangat membangun tanah leluhur mewarnai Musyawarah Nasional (Munas) I Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKaTNus) yang digelar di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/8/2025).

Organisasi yang menjadi payung berbagai perkumpulan Toraja di Indonesia dan luar negeri—termasuk IKaT, IKT, KKT, dan KOMBONGAN—ini memanfaatkan forum perdana tersebut untuk merumuskan langkah strategis bagi penguatan sinergi perantau, kemajuan ekonomi daerah, hingga solusi atas hambatan akses transportasi udara ke Toraja.

Ketua Umum IKaTNus, Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembeng, menyampaikan bahwa forum ini dihadiri sekitar 60 perwakilan dari kabupaten/kota dan provinsi di berbagai wilayah, termasuk Papua, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatra, dan Sulawesi.

Baca Juga: Persiapan Lokasi Pidana Kerja Sosial dan Pelayanan Masyarakat Anak, Bapas Madiun Laksanakan Audensi

"Yang hadir menjadi penyambung informasi dan kerja sama antara daerah dan pusat," ujarnya.

Tiga kepala daerah turut hadir, yakni Bupati Tanah Toraja Zadrak Tombeg, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, dan Bupati Mamasa Walem Sambolangit, bersama sejumlah tokoh agama Toraja di Jakarta.

Para kepala daerah menegaskan harapan agar Toraja berkembang menjadi destinasi pariwisata unggulan, mengingat besarnya potensi wisata budaya dan alam.

Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah akses penerbangan ke Toraja. Selama ini penerbangan terhenti karena kendala bisnis. Frederik mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjembatani komunikasi dengan maskapai dan pemiliknya untuk mencari solusi.

Baca Juga: Bangkitkan Harapan dalam Iman dan Kerohanian, WBP Rutan Natal Ikuti Ibadah Nasrani Bersama GBI (Gereja Bethany Indonesia)

Kesepakatan telah dicapai terkait tiga poin teknis, termasuk avtur dan parkir pesawat. Namun, ia menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret.

"Jangan hanya mengirim surat atau menelepon, tapi datangi langsung pihak terkait agar ada kepastian," tegasnya.

Ia juga menyoroti perbedaan harga avtur antara Makassar dan Toraja yang mencapai Rp2.000 per liter, yang diharapkan dapat disamakan demi mendukung kelancaran penerbangan. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, Frederik mengajak masyarakat Toraja meneladani semangat juang para pahlawan.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini