NAWACITAPOST.COM - Suasana khusyuk biara Gereja Oikumene Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, saat puluhan warga binaan beragama Kristen mengikuti ibadah rutin. Kamis (17/07/25)
Ibadah ini merupakan bagian dari pelatihan kerohanian, yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan para warga binaan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Dimpos Simanjuntak, dengan khotbah yang fokus pada tema : “Pengampunan dan Keselamatan”. Dalam khotbahnya, Pdt. Dimpos pentingnya pertobatan dan pengampunan dosa bagi setiap manusia, termasuk bagi warga binaan.
Baca Juga: PWI Bersama PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Karawang Salurkan Bantuan Paket Buku SDN Kalangligar
“Tuhan selalu mengasihi dan mengampuni dosa kita, asalkan kita mau melakukan transaksi dengan sungguh-sungguh,” ujar Pdt. Dimpo
Ibadah ini disambut dengan antusias oleh para warga binaan. Mereka terlihat khusyuk mengikuti setiap prosesi ibadah, mulai dari menyanyikan lagu pujian, mendengarkan khotbah, hingga doa bersama.
Kepala Lapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, mengapresiasi peran Kemenag Kota Padangsidimpuan dalam menyelenggarakan ibadah rutin bagi warga binaan.
Baca Juga: Arjuna Desak Pendidikan Gratis di Surabaya: “Putusan MK Wajib Dijalankan, Bukan Sekadar Dibaca!”
Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan iman dan mental para warga binaan, sehingga mereka dapat kembali ke jalan yang benar setelah menjalani masa hukuman.
“Kami sangat berterimakasih kepada Kemenag Kota Padangsidimpuan yang telah konsisten menyelenggarakan ibadah rutin di Lapas. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para WBP untuk meningkatkan iman dan mental mereka,” ujar Mathrios.
Ibadah rutin bagi warga binaan Kristen di Lapas Padangsidimpuan merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memberikan pembinaan kerohanian bagi warga binaan.
Baca Juga: Hari Ke-4 Kegiatan MPLS Perkembangan Siswa Baru SMA Negeri 1 Sukomoro Diluar Perkiraan
setelah kegiatan ini diharapkan dapat membantu para warga binaan untuk kembali ke jalan yang benar dan menjadi anggota masyarakat yang produktif menjalani masa hukuman.
(Humas Lapasid)