NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-9, CEO Indonesia menggelar perayaan bertema “Gebyar Pembauran Kebangsaan”. Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-498, dan merupakan cerminan kepedulian CEO Indonesia terhadap pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
Melalui rangkaian kegiatan yang disusun, semangat kolaborasi, kebangsaan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal disatukan dalam satu momentum yang bermakna. Perayaan ini dibuka dengan kegiatan Golf Tournament yang berbeda dari biasanya.
Para peserta mengenakan cukin Betawi, sehelai selendang tradisional yang melambangkan identitas masyarakat Betawi. Simbol ini menjadi wujud keharmonisan antara sportivitas dan pelestarian budaya. Kegiatan ini memberi warna tersendiri dan menunjukkan bahwa olahraga pun bisa menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebudayaan.
Di tengah suasana yang hangat dan akrab, berbagai kegiatan bernuansa budaya turut memeriahkan acara, mulai dari jajanan Betawi yang menggoda selera, senam pembauran yang menyatukan gerakan dan semangat bersama, hingga workshop membatik dan pembuatan bir pletok, minuman khas Betawi yang kini semakin langka dijumpai. Semua kegiatan ini menggambarkan rasa cinta terhadap budaya lokal yang masih hidup dan ingin terus diwariskan.
Pada siang hari, peserta yang tidak mengikuti golf turut berpartisipasi dalam Senam Pembauran Kebangsaan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Marullah Matali, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, bersama Muhammad Matsani selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI, serta A. Syamsul Zakaria, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa kolaborasi antara pemangku kebijakan dan masyarakat sipil adalah elemen penting dalam memperkuat persatuan bangsa. Memasuki malam hari, suasana semakin meriah dengan jamuan makan malam bersama para tamu undangan.
Acara dimulai dengan pertunjukan Palang Pintu dan Tarian Betawi, dua elemen budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta. Setelah itu, puncak acara digelar, yakni penyerahan penghargaan kepada sembilan CEO Legendaris yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka yang menerima penghargaan adalah:
- Sugianto Kusuma dari Agung Sedayu Group,
- Djoko Susanto dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart Group),
- Hermawan Kartajaya dari MarkPlus, Inc.,
- Irwan Hidayat dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk,
- Kuncoro Wibowo dari Kawan Lama Group,
- Setyono Djuandi Darmono dari Jababeka Group,
- Soedomo Mergonoto dari PT Kapal Api Global,
- Sudhamek Agoeng Waspodo dari GarudaFood Group,
- Tommy Winata dari Artha Graha Network.
Baca Juga: Permintaan Izin Senjata di Israel Tembus 403 Ribu Sejak Serangan 7 Oktober
Selain penyerahan penghargaan, juga dilakukan pengukuhan pengurus baru Yayasan Global CEO Indonesia untuk periode 2025–2028. Pengukuhan ini menjadi tonggak komitmen jangka panjang para direktur dan komisaris yang tergabung untuk terus memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal (Purn.) Tito Karnavian; Letjen TNI Sonny Aprianto; Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna; Irjen Pol (Purn.) Hamidin; Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Bahtiar; Direktur Ekososbudpolpum Kemendagri, Dr. Agus Toyib; Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali; Sekretaris Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawali; CEO PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, Hariyadi Sukamdani; Direktur PT Jababeka Tbk, Setiawan Mardjuki; serta ratusan direktur dan komisaris yang tergabung dalam Yayasan Global CEO Indonesia.
Dalam perayaan ini, Trisya Suherman kembali diangkat menjadi Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia untuk periode 2025 sampai 2030. Penunjukan ini menjadi bukti kepercayaan terhadap kepemimpinan yang visioner dan konsisten mendorong sinergi antar pemimpin bisnis di Indonesia.
CEO Indonesia dalam momen peringatan ini tidak hanya merayakan usia, tetapi juga mempertegas jati dirinya sebagai ruang strategis kolaborasi kepemimpinan yang berdampak. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian bisnis, namun juga tentang dedikasi dalam menjaga nilai luhur bangsa melalui aksi nyata dan kesinambungan kontribusi.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Tertipu Travel Murah, Armuji: Waspadai Penawaran Tak Masuk Akal
Gubernur Banten Andra Soni: Ketahanan Pangan Diawali Dari Membangun Desa
Cak YeBe: Sweeping Jam Malam Harus Humanis, Bukan Represif
DLH Kejar Penuntasan 100 Hari Kerja Bupati-Wabup Serang Terkait Penanganan Sampah
PWI Jabar Tegaskan Dukungan untuk Kongres Persatuan: Hanya Ketua Definitif yang Berhak Jadi Peserta