Sabtu, 18 Juli 2026

Lima Hari Pencarian di Medan Ekstrem, Turis Brasil Ditemukan Tak Bernyawa di Gunung Rinjani  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 25 Juni 2025 | 10:20 WIB
Juliana ditemukan di kedalaman 600 meter dari tebing Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani.  (X)
Juliana ditemukan di kedalaman 600 meter dari tebing Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Juliana Marins, seorang turis asal Brasil yang dilaporkan terjatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam keadaan tidak bernyawa. Juliana ditemukan di kedalaman 600 meter dari tebing Pelawangan Sembalun, lokasi yang ternyata jauh lebih dalam dari dugaan awal.

Perempuan berusia 27 tahun itu dinyatakan hilang sejak Sabtu, 21 Juni 2025, saat mendaki bersama rombongan. Pencarian yang berlangsung selama lima hari itu dilakukan di tengah medan yang sangat curam, dipenuhi pasir longgar, serta diselimuti kabut tebal yang terus berubah-ubah.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan bahwa korban ditemukan pada Selasa malam, 24 Juni 2025. “Pukul 18.00 WITA, satu personel Basarnas atas nama Hafid Hassadi berhasil menjangkau titik korban di kedalaman 600 meter. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan,” ujar Hariyadi.

Meski sudah ditemukan, proses evakuasi belum bisa langsung dilakukan akibat cuaca yang memburuk dan jarak pandang yang terbatas. Sebanyak tujuh orang penyelamat saat ini berada di lokasi, dengan empat orang di antaranya mendampingi jenazah Juliana di dasar jurang.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Mereka memutuskan untuk bermalam di lokasi menggunakan sistem flying camp, menunggu kondisi memungkinkan untuk proses evakuasi. Evakuasi dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu pagi, 25 Juni, mulai pukul 06.00 WITA.

Jenazah akan diangkat dari dasar tebing dengan metode lighting, lalu dibawa menuruni jalur pendakian menuju Posko Sembalun. Dari sana, jenazah akan diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Polda NTB menggunakan helikopter yang telah disiapkan sebelumnya.

Operasi pencarian Juliana Marins merupakan salah satu operasi SAR terbesar yang pernah dilakukan di kawasan Gunung Rinjani. Upaya ini melibatkan banyak pihak, termasuk Basarnas, BSG, kru Helikopter HR-3606, Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, PT AMMAN, EMHC, Lorac, Rinjani Squard, Damkar, para relawan Rinjani, porter, serta unsur terkait lainnya.

Juliana sempat dilaporkan masih hidup setelah suaranya terdengar oleh tim penyelamat pada hari pertama pencarian. Namun, posisi jatuhnya yang berada di lokasi ekstrem serta cuaca yang tidak mendukung membuat proses pertolongan menjadi sangat sulit.

Baca Juga: Mengenal Nararya Ciputra Sastrawinata, Generasi Ketiga di Balik Inovasi Bisnis Properti Ciputra Group  

Juliana Marins melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun bersama enam rekannya dan seorang pemandu lokal pada Sabtu dini hari, 21 Juni 2025. Saat mencapai titik Cemara Nunggal, Juliana merasa kelelahan dan diminta oleh pemandu untuk beristirahat.

Pemandu kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak bersama lima pendaki lainnya, meninggalkan Juliana sendirian di lokasi tersebut. Ketika Juliana tak kunjung menyusul, pemandu kembali ke titik istirahat namun tidak menemukannya.

Dari lokasi itu, ia melihat cahaya senter di dasar jurang yang mengarah ke Danau Segara Anak dan menduga cahaya tersebut berasal dari Juliana yang terjatuh. Ia lalu segera menghubungi otoritas untuk meminta bantuan pencarian.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini