NAWACITAPOST.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Larantuka kembali melaksanakan program panen raya sebagai bentuk implementasi pembinaan sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, (20/06/2025).
Panen raya ini diikuti secara langsung oleh Kepala Rutan Larantuka, Loviga F. Sembiring, didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Remigius Lelang, Plt. Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, serta seluruh jajaran staf.
Kegiatan diawali dengan apel pagi, lalu seluruh petugas dan pejabat struktural menuju area perkebunan SAE Rutan untuk memanen sayuran sawi segar yang telah siap dipanen.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Bersama Bhabinkamtibmas Desa Mendukung Program Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Loviga F. Sembiring menegaskan bahwa panen raya ini merupakan bagian dari wujud dukungan Rutan Larantuka terhadap program ketahanan pangan yang diinstruksikan langsung oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk pemenuhan program ketahanan pangan, tetapi juga sebagai program pembinaan kemandirian dan asimilasi bagi warga binaan.
"Dengan melibatkan warga binaan secara aktif dalam proses bercocok tanam hingga panen, mereka belajar keterampilan bercocok tanam sekaligus mempersiapkan diri untuk reintegrasi ke dalam masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Nias Hadiri Penandatangan MoU Antara Badan Gizi Nasional Dengan Pemda Sumut
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa tujuan asimilasi ini adalah agar warga binaan belajar untuk menjadi individu yang lebih produktif dan berguna di tengah masyarakat.
Selain itu, program ini sekaligus mendukung instruksi Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui upaya pemberdayaan dan pembinaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Setelah panen selesai, sayuran sawi hasil panen langsung didistribusikan ke dapur Rutan untuk diolah dan disajikan dalam menu makan bersama para warga binaan dan petugas, sehingga suasana keakraban dan kebersamaan makin terasa. Seluruh rangkaian kegiatan panen raya berlangsung aman dan tertib.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata bahwa pembinaan di dalam Rutan bukan hanya soal pembinaan hukum, tetapi juga pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan agar mereka lebih siap berkontribusi positif di masyarakat setelah bebas nanti.
(Humas Larantuka)