NAWACITAPOST.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sejarah panjang perkembangan Islam di tanah air juga tak bisa dilepaskan dari peran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, sejumlah ormas Islam telah berdiri dan aktif mengambil bagian dalam perjuangan bangsa, baik dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, hingga politik. Keberadaan ormas-ormas ini tidak hanya memperkuat identitas keislaman masyarakat, tetapi juga membentuk fondasi penting dalam perjalanan kebangsaan Indonesia.
Mereka menjadi wadah bagi umat Islam dalam menyuarakan aspirasi, memperjuangkan kepentingan umat, serta menjaga harmoni sosial. Dengan jumlah pengikut yang besar, peran mereka sangat terasa dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Kontribusi ormas Islam tidak hanya berupa penyuluhan agama, tetapi juga meliputi layanan kesehatan, pendidikan, penggalangan bantuan bencana, hingga upaya menjaga perdamaian dan meredam konflik keagamaan. Berikut lima ormas Islam yang paling berpengaruh di Indonesia berdasarkan sejarah, jumlah anggota, serta kontribusinya terhadap masyarakat.
1. Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama atau NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy'ari. Berdiri pada 31 Januari 1926, NU lahir sebagai tanggapan atas situasi rakyat yang sedang terjajah, menghadapi problem sosial dan keagamaan, serta berupaya menegakkan budaya dan peradaban Islam.
Organisasi ini didirikan dengan semangat untuk menjaga komunikasi yang baik antara manusia dan Tuhan, agar setiap urusan mendapat kemudahan dan kelancaran. NU memiliki anggota berkisar dari 80 juta jiwa, pada 2023.
2. Muhammadiyah
Muhammadiyah berdiri lebih awal dari NU, yaitu pada 18 November 1912 di Yogyakarta, didirikan oleh Kyai Ahmad Dahlan. Nama Muhammadiyah berarti pengikut Nabi Muhammad, yang mencerminkan semangat untuk meneladani perjuangan Rasulullah.
Muhammadiyah dikenal sebagai pelopor gerakan pembaruan Islam dengan pendekatan rasional dan modern. Organisasi ini banyak bergerak di bidang pendidikan dan sosial, dengan mendirikan ribuan sekolah, rumah sakit, dan lembaga amal. Melansir data Kementerian Agama 2019, Muhammadiyah memiliki anggota mencapai 60 juta yang tersebar di seluruh Indonesia.
3. Persatuan Islam
Persatuan Islam atau Persis didirikan pada 12 September 1923 di Bandung oleh Haji Zamzam dan Haji Yunus. Organisasi ini lahir dari keprihatinan terhadap praktik keagamaan yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang murni. Selain ingin memurnikan akidah, Persis juga dikenal aktif melawan penjajahan Belanda. Dalam kegiatannya, Persis menerbitkan pamflet, majalah, dan ceramah yang mengedukasi masyarakat.
Ulama A Hassan dan tokoh politik M Natsir merupakan tokoh penting dalam memperkuat posisi Persis di tengah umat. Pada tahun 1995 anggota Persis yang ber-NPA (Nomor Pokok Anggota) tercatat sebanyak 10.604 orang. Kemudian sejak awal pertengahan tahun 2000 jumlah anggota mengalami peningkatan. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan UIN Sunan Kalijaga disebutkan, keangotaan Persis hingga 2022 tercatat sebanyak 23.245 orang.
4. Al Irsyad Al-Islamiyah
Al Irsyad Al-Islamiyah didirikan pada 6 November 1914 oleh Syeikh Ahmad Surkati Al-Anshori. Ormas ini berfokus pada dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial. Sejak awal, Al Irsyad dikenal sebagai gerakan pembaruan Islam di Nusantara. Seiring waktu, organisasi ini juga merambah dunia medis dengan mendirikan rumah sakit di berbagai wilayah.
Al Irsyad membina umat berdasarkan akidah Islamiyah serta berkontribusi dalam pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. Ormas Islam yang dipimpin Prof Faisol Nasar Bin Madi, ini belum diketahui jumlah anggotanya secara pasti. Namun, mereka memiliki 130 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates, Ini Penjelasan BPOM
Anggota Polresta Sidoarjo Optimalkan Program Ketahanan Pangan, Rutin Melaksanakan Cek Perkembangan Ikan Nila
Polresta Sidoarjo Melalui Jajaran Polsek Dampingi Peternak Kambing Untuk Dukung Ketahanan Pangan Bergizi P2B
Tahunan Warga Kedung Rukem Minim PJU, Budi Leksono Siap Kawal
BPOM Temukan Es Krim Mengandung Alkohol, Siap Ambil Tindakan Tegas