Jumat, 5 Juni 2026

Vietnam Pelajari Strategi Indonesia dalam Mengelola Keberagaman Melalui Pendidikan Lintas Budaya  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 20:28 WIB
Akademisi dari Vietnam berkunjung ke Indonesia.  (Istimewa)
Akademisi dari Vietnam berkunjung ke Indonesia. (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM – Lima akademisi dari Vietnam yang berasal dari Institut Etnisitas dan Agama di bawah naungan Akademi Nasional Politik Ho Chi Minh melakukan kunjungan studi ke Indonesia untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman, khususnya melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). Indonesia dinilai sukses membangun kohesi sosial dan kolaborasi lintas agama melalui keterlibatan aktif para guru dan pendidik dari berbagai daerah.

Direktur Institut Etnisitas dan Agama, Assoc. Prof. Dr. Hoang Thi Lan, menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengamati langsung pelaksanaan program LKLB yang telah diinisiasi oleh Institut Leimena bersama puluhan mitra dari berbagai lembaga pendidikan, keagamaan, dan instansi pemerintah di Indonesia.

“Vietnam mempunyai banyak kesamaan dengan Indonesia, di antaranya dalam hal agama dan etnis, serta pembangunan tanah air. Vietnam sedang mendorong kebijakan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan perekonomian semua rakyat, termasuk lewat budaya, nilai-nilai moral, yang berkontribusi bagi pengembangan tanah air kami,” ujar Lan dalam audiensi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) pada Jumat, 2 Mei 2025.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Lan bersama empat koleganya, yaitu Assoc. Prof. Dr. Nguyen Phu Loi, Dr. Nguyen Khac Duc, Dr. Do Thi Thanh Huong, dan Dr. Nguyen Cong Tri. Mereka diterima oleh Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati, serta Wakil Direktur Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu RI, Monica Ari Wijayanti.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Dalam pertemuan tersebut, Lan turut menjelaskan bahwa Akademi Nasional Politik Ho Chi Minh merupakan lembaga setingkat kementerian yang berada di bawah kendali Politbiro Partai Komunis Vietnam, sebagai pimpinan tertinggi negara. Akademi ini memiliki tugas strategis dalam mendidik kader pemimpin dan politisi Vietnam, melakukan penelitian ilmiah, serta memberikan rekomendasi dan konsultasi kebijakan pembangunan, termasuk dalam bidang etnis dan agama.

“Program LKLB yang dijalankan Institut Leimena telah menjadi model bagi kami. Kami ingin belajar mengembangkan pendidikan, bagaimana mendidik sumber daya berkualitas karena kami sangat ingin menuju negara bersatu dan modern,” tambah Lan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati, menyampaikan bahwa Kemlu telah bekerja sama dengan Institut Leimena dalam pelaksanaan Konferensi Internasional LKLB pada Juli 2024, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Literasi yang tepat antar agama, keyakinan, dan budaya bisa berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian dunia. Saling mengasihi antar umat manusia di dunia ini mempererat hubungan antar masyarakat baik secara bilateral maupun dalam konteks global,” kata Ani.

Baca Juga: Lapas Amuntai Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara

Ia juga mengapresiasi kunjungan para akademisi Vietnam ke Indonesia sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis antara kedua negara. Menurutnya, Kemlu akan menindaklanjuti kunjungan ini melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City.

Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, turut menyampaikan rasa terhormatnya karena telah beberapa kali diminta berbagi pengalaman terkait program LKLB di Vietnam. Ia menjelaskan bahwa program LKLB di Indonesia telah menghasilkan lebih dari 9.000 alumni pelatihan dari 37 provinsi.

“Vietnam semakin melihat pentingnya peran agama dan kepercayaan di masyarakat. Bagaimana agar agama dan unsur-unsur agama bisa menjadi faktor pemersatu masyarakat. Di sinilah justru menjadi jembatan luar biasa untuk Indonesia dan Vietnam karena kita memiliki pengalaman mengelola keberagaman selama puluhan bahkan ratusan tahun,” ungkap Matius.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini